Ads (728x90)

http://4.bp.blogspot.com/_zbvW_4R3KEI/Szw8dzHW_cI/AAAAAAAAAT0/APg5qRChRNw/dewasa.jpg

Sikap dewasa merupakan sesuatu yang perlu ditekankan dalam menghadapi sebuah masalah. Kita tahu bahwa sikap yang kekanak-kanakan justru dapat membuat sebuah masalah menjadi bertambah karena sikap yang diambil akan mempersulit masalah. Tetapi sikap yang dewasa dan bijaksana Insya Alloh membuat urusan bisa teratasi dengan baik.


Minimal ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh kita untuk bisa belajar bersikap dewasa :
  1. Tidak Emosional atau Tergesa-gesa. Sikap tenang dan tidak emosional dibutuhkan baik ketika berkomentar, mengambil sikap, ataupun ketika menentukan sebuah keputusan. Karena andaikata tergesa-gesa biasanya keputusan yang diambil kurang tepat.Apalagi bila kurang ditunjang oleh data dan fakta yang akurat. Dan permasalahan akan bertambah jika disikapi pula dengan sikap yang emosional. Oleh karena itu kita harus latihan untuk bisa meredam sikap yang emosional.
  2. Berlatih Untuk Bijak. Kadang kala kita bisa mengambil keputusan atau sikap yang memang menyelesaikan sebuah masalah tetapi kadang kala dengan sikap yang kita pilih tersebut, ternyata ada pihak yang merasa terluka. Seharusnya jika kita ingin menasehati orang lain sebaiknya jangan sampai orang lain merasa digurui; kita menang tanpa orang lain merasa dikalahkan dan kita sukses tanpa orang lain merasa terdzolimi. Kita harus melatih diri sekuat tenaga untuk bisa merubah sesuatu tanpa kita merasa berjasa, atau orang lain merasa lebih rendah dan hina. Untuk bersikap seperti ini kita perlu berlatih untuk tidak menonjolkan diri seakan-akan kitalah yang paling bisa, paling pandai, paling mulia, paling berjasa. Karena semakin sering kita menonjolkan diri justru itulah sifat yang kekanak-kanakkan.
  3. Semakin memperbaiki isi daripada topeng. Orang yang senang memamerkan "topeng" adalah salah satu sikap yang kekanak-kanakkan. Untuk itulah kita harus lebih senang meningkatkan kualitas kepribadian, kualitas keimanan, kualitas keilmuan dan wawasan, kualitas akhlak dan keikhlasan dibandingkan hanya  sibuk memperbaiki kualitas rumah, kualitas baju ,dan kendaraan. Memang manusia tidak dilarang untuk memiliki dunia tetapi kalau hanya sibuk dengan dunia sedangkan dirinya terabaikan maka itulah yang akan menimbulkan masalah. Yang akan terjadi adalah dirinya akan semakin sibuk bersembunyi dibalik topeng karena takut kehilangan topengnya, akibatnya dia menjadi orang yang tidak jujur terhadap diri sendiri karena merasa pujian terhadap topeng adalah pujian terhadap dirinya dan orang yang bersandar biasanya selalu takut kehilangan tempatnya bersandar.

Semoga kita dapat menikmati proses pendewasaan sikap dan kematangan kepribadian lewat aneka kejadian yang menimpa diri kita masing-masing sehingga Insya Alloh mudah-mudahan selain bertambah umur bertambah juga kedewasaan dan kearifan kita dalam bersikap.

(sumber : millis sehati)
*****

Saat hati gundah gulana, dan mulai pesimis dalam menghadapi hidup. Rerenungkan hal-hal tersebut di bawah ini.
  1. Belajarlah untuk melihat segala sesuatu dari sisi positif. Kita tidak mengingkari realita, tapi kita melihatnya dari sisi yang terbaik. Kegagalan memang menyakitkan tapi itu merupakan pelajaran yang sangat berharga. Sakit gigi memang tidak enak, tapi itu bisa menjadi awal yang baik untuk memulai memperhatikan kesehatan gigi. Teman kita yang satu itu memang menjengkelkan, tapi sebetulnya dia adalah guru yang melatih kita untuk lebih sabar dan lebih toleran.
  2. Belajarlah mengucap syukur tidak saja dalam keadaan baik tapi juga dalam keadaan buruk. Orang-orang yang memiliki mental positif menyadari bahwa situasi seburuk apapun pasti ada hikmahnya. Hikmah tidak bisa dibeli dengan uang tapi harganya tak ternilai bagi kehidupan kita. Ucapan syukur akan membantu kita menemukan hikmah dibalik setiap situasi buruk yang kita hadapi.
  3. Tanamkanlah keyakinan-keyakinan yang positif. Yakinkan diri Anda bahwa Tuhan sudah melengkapi kita dengan potensi untuk berhasil dalam hidup. Semua hambatan dan tantangan tidak harus menjadi alasan untuk menjadi pecundang, tapi batu loncatan untuk menjadi pemenang. Sebaiknya, buanglah keyakinan-keyakinan yang negatif, yang membuat Anda merasa tidak mampu, tidak berdaya, dan terbelenggu.
  4. Bersikaplah positif terhadap kehidupan. Ibaratnya hidup ini seperti air yang jernih, dan ia akan berubah warna tergantung warna apa yang Anda tuangkan ke dalamnya. Hidup ini ringan kalau Anda menganggapnya tidak berat. Persoalan-persoalan kehidupan adalah bumbu kehidupan kalau Anda tidak menganggapnya sebagai racun yang merusak dan melumpuhkan. Hidup ini bisa tampak indah kalau mata Anda tidak fokus pada awan yang kelabu.
  5. Jadikanlah sikap mental positif sebagai bagian dari perjuangan Anda menuju keberhasilan. Tidak mudah membangun sikap mental positif, apalagi kalau selama ini Anda sudah membangun sikap mental negatif selama bertahun-tahun. Diperlukan kemauan yang keras, kesungguhan hati dan pengulangan terus menerus agar sedikit demi sedikit terbentuk sikap mental positif.
  6. Bersikaplah realistis. Sikap mental positif memang tidak bisa mengubah keadaan, tapi bisa mengubah reaksi Anda terhadap keadaan yang buruk. Sikap mental positif tidak bisa mendatangkan sukses, tapi dapat mempermudah Anda menemukan kesempatan-kesempat an ke arah sukses. Sikap mental positif tidak akan mengubah hidup Anda secara drastis, tapi akan membuat perbedaan yang signifikan dalam setiap aspek hidup Anda.

(sumber : millis tetangga) Sumber

Posting Komentar

Blogger