Ads (728x90)



Dalam usaha mencapai impian diperlukan keseimbangan hidup yang optimal sehari-hari. Kita harus tetap fit setiap saat, baik fisik maupun pikiran. Fisik yang tidak prima sangat mengganggu dalam menjalankan aktivitas sedangkan pikiran yang kusut tidak mungkin dapat mendukung kita dalam bekerja secara optimal. Jelas fisik dan pikiran yang prima benar-benar dibutuhkan. Hal lain juga merupakan hal yang penting adalah membuat rencana dan berpikir. Arti keseimbangan di sini adalah keseimbangan antara kerja keras dan istirahat, antara kehidupan karier atau bisnis dengan kehidupan pribadi, relasi dengan pasangan, sahabat atau sesama dan kehidupan spiritual yaitu relasi dengan Tuhan.

”Action”
Pikiran yang membangun, kebiasaan yang membangun merupakan persiapan dari perjalanan menuju sukses. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan dan sepertinya tidak akan pernah selesai jika disebutkan satu per satu.

Namun saya merumuskan lima langkah yang harus dimiliki semua orang yang ingin mencapai tujuan:
1. Start Now –Don’t Wait
2. Life time improvement & learn from mistakes
3. Dynamic and flexible
4. Evaluate and think
5. Never Give Up

”Start Now – Don’t Wait”
Kesalahan fatal yang benar-benar perlu dihindari adalah menunggu. Sering terjadi orang terlalu lama memikirkan sesuatu dan kehabisan tenaga tepat saat mereka ingin memulai. Segera jalankan hal-hal yang menurut Anda perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Jangan terlalu banyak menghabiskan tenaga untuk memikirkan bagaimana menjalankan sesuatu. Semakin dipikirkan, semakin terasa sulit untuk menjalankan suatu rencana. Lakukan segera. Saat Anda mulai benar-benar melakukannya, Anda sudah selangkah lagi lebih maju mendekati pintu kesuksesan.

Terapkan cara action and modified, lakukan sekarang, jika ditemukan kesalahan, lakukan modifikasi cari jalan pemecahannya dan terus lakukan action and modified.

”Life Time Improvement”
Banyak orang anti jika mereka disuruh belajar lagi. Sikap antibelajar ini terutama disebabkan oleh kebiasaan belajar saat masih dibangku sekolah. Hampir semua murid-murid belajar karena terpaksa. Akibatnya antipati untuk belajar tertanam sangat dalam di pikiran mereka. Selesai studi S1, mereka merasa merdeka dari kungkungan keharusan membaca buku. Ironisnya, mereka merasa bebas dari kungkungan, padahal sebenarnya pikiran merekalah yang terkungkung, bahwa belajar itu hal yang menyusahkan.

Pernahkah Anda memperhatikan anak kecil yang baru mulai belajar? Semua hal yang belum pernah dilihat, akan dipegang, digigit, dan terkadang mereka tertawa sesudahnya. Ia merasa senang walaupun saat itu sebenarnya ia sedang belajar hal baru. Mengapa dia tidak merasa susah? Rasa ketertarikan dirinya kepada objek itulah, yang membuat Ia merasa senang walaupun saat belajar. Seharusnya pola inilah yang menjadi pola pengajaran di sekolah-sekolah. Bangun ketertarikan murid-murid terlebih dahulu terhadap pelajaran, selanjutnya mereka sendiri yang akan aktif mengejar pelajaran itu. Bangunlah rasa ketertarikan Anda kepada setiap hal yang berguna, maka Anda akan dengan senang hati mempelajarinya, tidak perlu lagi Anda memaksakan diri untuk belajar, passion Anda yang akan menggerakkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu.

Belajar dari kesalahan juga merupakan satu proses lifetime improvement yang sangat baik. Setiap terjadi kesalahan pikirkan apa yang salah dan apa yang seharusnya dilakukan. Dengan demikian kita bisa terhindar dari kesalahan yang sama dan yang terpenting kita dapat lebih cepat menguasai hal baru.

Lifetime Improvement bukan saja terbatas kepada bertambahnya ilmu, pengetahuan dan kemampuan secara teknikal saja. Intrapersonal dan interpersonal juga sangat perlu dikembangkan secara kontinu untuk mengembangkan diri secara maksimal. Kemampuan mengatur diri Anda sendiri dan berhubungan dengan orang lain dapat membantu usaha Anda dalam mengembangkan diri. Dengan bertambahnya kemampuan analitis, intrapersonal dan interpersonal tentunya akan lebih memudahkan kita mencapai impian.

”Dynamic and Flexible”
Setiap pelaksanaan rencana tidak setiap kali akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk itu sangat diperlukan kesiapan untuk berpikir dan bertindak secara dinamis dan fleksibel terhadap setiap perubahan yang terjadi.

Saat badai datang, pohon-pohon yang memiliki batang besar mungkin akan tumbang karena mereka tidak bisa menahan beban yang diterima tetapi bambu hutan tidak tumbang karena bambu memiliki batang yang lentur, fleksibel untuk bergerak ke segala arah. Sama halnya dengan kita, sifat dinamis dan fleksibel membuat seseorang lebih tahan dalam menghadapi perubahan dan masalah yang datang.

Sejarah evolusi pun mengatakan hal yang sama, hanya makhluk hidup yang bisa beradaptasi dengan baik, yang mampu bertahan hidup. Sama halnya dengan usaha kita mencapai kesuksesan, mungkin ada lebih dari satu cara untuk mewujudkan impian kita. Untuk itu hendaknya kita siap untuk berpikir secara dinamis dan fleksibel dalam usaha kita mencapai kesuksesan.

”Evaluate and Think”
Evaluasi setiap rencana yang kita buat perlu dilakukan secara periodik. Kebiasaan kita untuk mengevaluasi rencana dan pelaksanaan yang dilakukan, memastikan kita berjalan setahap demi setahap menuju goal. Saat kita merasa apa yang direncanakan tidak berjalan dengan baik, segera berpikir untuk mencari jalan untuk memecahkan masalah. Jangan biarkan masalah tidak terpecahkan, segera identifikasi masalah, rumuskan dan cari jalan keluarnya.

”Never Give Up”
Kesuksesan seseorang merupakan gambaran dari kekuatannya yang tidak kenal lelah untuk terus mencoba dan mencoba. Tidak ada kesuksesan besar yang tidak luput dari kegagalan. Justru kesuksesan berawal dari kegagalan, diiringi oleh kegagalan menuju kesuksesan. Kegagalan membuat seseorang lebih baik dari sebelumnya.

Kegagalan dapat setiap saat menghampiri kita. Mengubah cara pandang bahwa kegagalan sebagai salah satu komponen yang diperlukan menuju sukses, akan membuat kita lebih tegar dalam menghadapi kegagalan. Kesiapan diri untuk menghadapi kegagalan merupakan kekuatan besar dalam perjalanan panjang kita menggapai impian.

Uraian pikiran, kebiasaan, action yang membangun yang telah dijabarkan di atas hanya akan menjadi teori yang tidak berguna, jika hanya dibaca saja dan tidak pernah dijalankan sama sekali. Dalam satu kelas semua murid belajar teori yang sama, dan diajarkan oleh guru yang sama, tapi mengapa ada murid yang mendapat nilai bagus dan ada yang jelek?

Perbedaan mereka terletak pada bagaimana seorang murid untuk memahami dan mencoba menerapkannya. Sama halnya dengan teori yang telah saya jabarkan, Anda harus menjalankannya terlebih dahulu baru bisa merasakan manfaatnya.

Sumber : Sinar Harapan
*****

7 Area Keseimbangan Hidup

Seseorang dikatakan sukses tidak hanya semata-mata berdasarkan materi. Karena dia memiliki uang melimpah, rumah mewah, kondo mahal, mobil eropa keluaran terbaru, kapal pesiar, helikopter, tetapi ada banyak hal selain itu. Sukses secara ‘utuh’ adalah keseimbangan hidup dalam beberapa area kehidupan berikut.

Keseimbangan hidup seyogianya didasarkan pada 7 area kehidupan berikut :
1. Fisik
2. Mental
3. Spiritual
4. Sosial
5. Keuangan
6. Karir
7. Keluarga

Saya akan membahas dan sekaligus mengajak anda untuk melihat apa saja hal-hal yang terlibat dalam 7 area kehidupan ini selama 7 hari ke depan.

Hari Pertama

FISIK

Setiap hari kita berkutat dengan pekerjaan kita dari pagi sampai malam. Bagi mereka yang tinggal di daerah penyanggah Jakarta (BoDeTaBek) bahkan harus berangkat subuh sebelum jam 6 dan pulang sesudah jam 20 untuk menghindari kemacetan. Stress karena tingkah laku pemakai jalan yang tidak tertib, kemacetan, antrian, polusi udara, dsb nya sangat mudah menyebabkan tubuh kita rentan terhadap berbagai penyakit. Sehingga untuk itu kita memerlukan kesehatan dan kebugaran fisik dengan tenaga dan stamina yang prima untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Melakukan diet yang seimbang dan meminum air putih yang cukup.

Diet yang seimbang bukan berarti tidak makan sampai sakit maag tetapi lebih pada bagaimana menjaga agar makanan yang dikonsumsi memenuhi kriteria 4 sehat 5 sempurna. Artinya jangan hanya makan gorengan melulu - terutama anak kost :), jangan hanya makan daging-dagingan melulu tetapi intinya harus ada keseimbangan antara nasi (karbohidrat) dengan lauk pauk (protein hewani dan lemak), sayuran (protein nabati, serat dan vitamin) dan buah-buahan (vitamin), dan sebagai pelengkap adalah susu.

Lain halnya untuk orang dengan kondisi / penyakit tertentu, seperti misalnya diabetes, maka pengaturan makan-minum harus dibuat rendah kadar gula (karbohidrat) dan lemak.

Tubuh manusia terdiri dari 75% air : otak 85%, darah 90%, otot 75%, ginjal 82%, dan tulang 22% nya adalah air. Rata-rata orang dewasa kehilangan 2.5 liter air per hari lewat keringat, pernapasan, dan pembuangan. Gejala stamina yang kurang fit (kelelahan, rasa tidak nyaman, timbulnya kerutan, dll) mulai terlihat ketika manusia kehilangan 5% dari total volume air dalam tubuhnya. Terus menerus kekurangan air akan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit dan mempercepat proses penuaan.

Jika tubuh kekurangan cairan, maka sel-sel tubuh akan menyerap darah sebagai pengganti air. Ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah dan ginjal kurang dapat menyaring cairan darah yang kental. Jika ini terjadi, ginjal akan membagi-bagi pekerjaannya kepada organ tubuh lainnya seperti hati dan dapat menyebabkan fungsi organ-organ tersebut 'overload'. Sehingga dapat menyebabkan keluhan kesehatan seperti susah buang air besar, kulit kering, jerawat, mimisan, bahkan sampai sakit kepala.

Jumlah air yang harus diminum tergantung dari berat badan kita. Perkiraan kasar minimum jumlah air yang harus diminum per hari adalah dengan menggunakan rumusan : ((X*2.2)/2/15))*450; di mana X kg adalah berat badan kita. Contoh: Berat badan saya adalah 80 kg, dengan menggunakan rumus di atas maka saya harus minum minimum 2640 ml atau 2,64 liter.

2. Melakukan latihan fisik setiap pagi (20 – 30 menit).

Melakukan olahraga adalah hal yang sudah jarang dilakukan oleh komunitas ‘pekerja’. Berangkat subuh pulang larut malam tinggal mandi, makan, terus tidur. Rutinitas yang sama terus berulang hari demi hari, minggu demi minggu, hingga bulan demi bulan. Kurang olahraga menyebabkan peredaran darah kurang lancar. Satu pengalaman di bulan Agustus 2006, saya ikut donor darah. Ternyata pengambilan darah saya baru selesai setelah dua orang teman saya sudah selesai mendonorkan darahnya :) Ini langsung membuat saya waswas dan sejak saat itu memulai pola hidup seimbang.

Artinya makan saya jaga dan diimbangi dengan olahraga teratur. Olahraga yang saya lakukan adalah sangat sederhana. Di pagi hari melakukan sedikit gerakan melompat dan menggerakkan tangan/kaki (peregangan) sebelum mandi. Ini sangat efektif untuk memompa semangat. Pas pulang kantor, kebetulan saya tinggal di apartemen lantai 10, saya memanfaatkan naik tangga saja daripada naik lift. Keringat juga boo :)

3. Memiliki waktu tidur, rekreasi, dan istirahat yang cukup.

Manusia dapat bertahan 2 minggu tanpa makan, tetapi hanya bertahan 1 minggu saja tanpa istirahat. Tidur adalah waktu istirahat yang sangat baik. Dengan tidur organ tubuh kita dapat beristirahat. Kekurangan tidur dapat merusak organ dan otak kita.

Ada 4 pantangan dalam tidur, yaitu:
  • JANGAN TIDUR MENGENAKAN JAM TANGAN
    Jam bisa menimbulkan radioaktif, walaupun hanya sedikit, tapi kalauterlalu lama memakainya bisa berbahaya.
  • JANGAN TIDUR MEMAKAI BH
    Para ilmuwan di Amerika mensinyalir bahwa pemakain BH di atas 12 jam,dapat mengakibatkan Kanker Payudara.
  • JANGAN TIDUR MEMBAWA TELP ANDA KE RANJANG
    Gelombang medan magnet yang ditimbulkan oleh alat elektronik ini, dapatmerusak sistem syaraf kita.
  • JANGAN TIDUR MASIH MENGENAKAN MAKE-UP
    Hal ini dapat menimbulkan masalah pada kulit kita, karena kulit tidak dapat bernafas. Selain itu bisa bikin jerawatan.

Dengan pola tidur yang teratur (tidak begadang) ternyata secara ilmiah dikatakan oleh para dokter di National Taiwan Hospital dapat menjaga kebugaran tubuh kita dan mempermudah memproses pembuangan zat-zat yang tidak berguna, karena :
  • Malam hari pk 9 - 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat ini, seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
  • Malam hari pk 11 - dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pk 1 - 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
  • Dini hari pk 3 - 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
  • Pagi pk 5 - 7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil. *. Pagi pk 7 - 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30.

Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini. Bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang!

4. Secara berkala memeriksakan kesehatan fisik.

Paling tidak dalam periode waktu setahun sekali kita memeriksakan diri kita untuk mencegah penyakit-penyakit yang potensial timbul karena pola hidup tidak sehat kita. Kebanyakan dari kita meremehkan hal-hal seperti ini. Ada yang mengatakan : “Ngapain saya buang-buang uang, toh nanti akhirnya saya mati juga”, “Ngapain saya tahu penyakit saya, nanti saya tambah stress”, “Ngapain saya memeriksakan diri, tuh uangnya bisa dipakai untuk yang lain”, dan ngapain, ngapain yang lainnya.

Hidup ini penuh dengan pilihan. Kita tidak adil terhadap diri kita sendiri dengan berbagai ngapain, ngapain tersebut di atas. Jika kita tahu potensial penyakit kita, kita dapat mencegahnya lebih awal, kita dapat lebih lama bersama-sama dengan orang yang kita kasihi, dan kita dapat bekerja lebih optimal untuk orang-orang di sekitar kita karena kondisi fisik kita yang lebih prima. Bukankah hidup ini adalah pilihan?

5. Mengurangi dan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk seperti : minum minuman keras, merokok, dan makan yang berlebihan.

Pengaruh negatif merokok dan minum minuman keras seperti yang kita ketahui bersama dapat menyebabkan kanker, gangguan pada janin, mengganggu fungsi raga dan akal, bahkan asap rokok yang dihirup oleh orang-orang di sekitar kita yang tidak merokok sama berbahayanya dengan merokok itu sendiri. Jadi pilihlah secara bijak!

*****

Hari Kedua

MENTAL

Kompetisi yang semakin meningkat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar membuat kita harus memiliki kemampuan dan kekuatan untuk berpikir, menentukan, dan bertindak secara positif dan efektif.

Mengapa?

Dengan berpikir positif dan efektif, kita dapat mengendalikan stres karena stres yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan fisik yang menyengsarakan kita.

Beberapa kiat dari Dokter E Mudjaddid SpPD KPsi untuk mengurangi stres :

a. Mengerti dan mengenali gejala stres, yaitu kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur atau tidur berlebihan, perasaan was-was, dan frustrasi.

b. Selalu berpikir dan berperilaku positif. Tindakan ini bisa meringankan perasaan. Coba, berapa banyak dari kita yang jika di depan pekarangan rumah kita ditaruh tahi sapi oleh tetangga kita, maka kita akan langsung marah, mengucapkan sumpah serapah dan seisi kebun binatang :), bahkan mau melabrak tetangga kita tersebut?

Saya pernah membaca kisah seorang psikolog Amerika terkenal, Virginia Satir yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Salah satu teknik yang dipakai adalah Reframing, yaitu bagaimana kita membingkai ulang sudut pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif.

Contoh: saya tinggal berdua dengan adik saya di sebuah apartemen di Jakarta tanpa pembantu. Sehingga pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, memasukkan cucian ke 'washing machine', dll harus dilakukan sendiri. Kadang setiap malam sehabis pulang kerja, saya suka stres dengan kondisi apartemen yang kotor, piring tidak dicuci, pakaian kotor bertumpuk, dll. Saya katakan kepada diri saya “Tidak bisa seperti ini terus!”.

Saya membingkai kembali pikiran saya dengan hal-hal positif : jika ada piring kotor berarti adik saya ada di rumah dan makan yang teratur, jika ada pakaian kotor berarti adik saya tidak keluyuran dan masih punya pakaian untuk dipakai, dst…dstnya. Tetapi tentu saja saya juga sudah mewanti-wanti adik saya untuk ikut serta menjaga kebersihan unit apartemen. Dibandingkan kalau saya minta adik saya untuk kost selain menyebabkan hubungan menjadi renggang juga biaya yang dikeluarkan lebih besar.

Sama dengan tahi sapi pada cerita di atas. Itu dapat digunakan sebagai pupuk bukan? :)

c. Mengatur waktu. Misalkan kita selalu stres setiap kali terjebak kemacetan maka untuk menghindari stres ini, kita mengatur waktu yang tepat ketika hendak berkendara atau mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

Contoh lain : tidak menunda-nunda pekerjaan sebab melakukan pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk dalam waktu yang terbatas, bisa menimbulkan stres.

d. Lakukan aktivitas fisik, dan jangan lupa makan secara teratur. Anda masih ingat cerita saya di artikel hari pertama untuk melakukan aktivitas fisik minimal 20-30 menit dan makan secara teratur?

e. Relaksasi. Caranya bisa bermacam-macam, yang penting Anda bisa merasa rileks. Saya paling suka sebulan 2 kali di-creambath :) Karena setelah itu otot-otot yang tadinya tegang menjadi kendur dan kepala terasa ringan. Menjelang tidur mendengar lagu syukur dan relaks.

f. Menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan. Di kantor saya menggunakan otak kiri saya untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan analisis, membuat daftar, menggunakan logika dan angka-angka tetapi di malam hari saya menyempatkan diri menggunakan otak kanan untuk membaca komik sehingga dapat melatih daya imajinasi dan menghayal.

g. Bersikaplah toleran, lentur, dan menyesuaikan diri dengan keadaan.

h. Berusahalah untuk selalu antusias, dan jangan lupa untuk bercanda atau humor. Suasana yang tegang membuat kita lebih mudah untuk melakukan kesalahan dan syaraf-syaraf kita yang terlalu waspada dapat menyebabkan kelelahan.

i. Bersikap bijaksana.

j. Lakukan pendekatan spiritual dan agama. Saya yakin usaha yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dengan baik dan benar disertai dengan kekuatan doa pasti akan menghasilkan keajaiban-keajaiban.

Untuk menjaga keseimbangan area kehidupan secara mental, saya sharing-kan beberapa hal yang pernah dan terus saya jalankan sampai sekarang:

1. Mempraktekkan metode sederhana seperti : senyum, berdoa, mengucapkan secara berulang kata-kata yang positif, bernyanyi, dan memilih kata-kata yang membangun.

Coba Anda bayangkan jika Anda berpapasan dengan atasan ataupun bawahan Anda dan tampang mereka tidak pernah tersenyum. Apa yang Anda rasakan? Coba bandingkan jika Anda bertemu dengan mereka dan mereka tersenyum kepada Anda! Seperti itulah kekuatan senyum.
Anda sudah membaca buku karangan Masaru Emoto tentang The True Power of Water? Di sana dikatakan bahwa jika Anda mengucapkan kata-kata yang positif atau dengan mendoakan maka kristal air yang terbentuk akan sangat bagus dibandingkan jika diberikan kata-kata negatif maka kristalnya akan rusak.

Guru saya Pak Tung juga mengiyakan dengan contoh butiran nasi. Butiran nasi yang baru ditanak setelah setengah jam dimasukkan ke dalam toples. Butiran yang satu selalu didengarkan kata-kata positif hasilnya akan timbul ragi yang harum baunya tetapi butiran yang didengarkan kata-kata negatif akan timbul jamur. Boleh dicoba :)

2. Membaca bahan-bahan bacaan yang positif dan meningkatkan kreatifitas dalam berpikir.

Bacaan yang positif akan mengobarkan dan menguatkan semangat kita untuk mencapai tujuan dan mimpi-mimpi kita. Otak kita terlatih untuk mencari nikmat dan menghindari sengsara. Diceritakan oleh Pak Tung, jika kita dalam keadaan terdesak sampai hampir mati maka otak kita akan berputar sangat keras untuk mencari cara menyelamatkan diri kita.

Jika kita sering membaca tabloid-tabloid / koran-koran yang isinya penuh dengan kejahatan, kekerasan, pemerkosaan, penembakan, pembunuhan, maka otak kita akan selalu berpikir negatif dan cuek tetapi jika di lain pihak kita mengimbangi dengan bacaan-bacaan yang memberikan inspirasi dan semangat maka otak kitapun akan penuh dengan rasa syukur akan kehidupan yang kita jalani sekarang dan otak kitapun akan menjadi waspada seperlunya (bukan negatif yang berlebihan) terhadap kehidupan ini.

3. Mendengarkan lagu-lagu yang memberikan inspirasi dan pidato / wejengan yang membangkitkan semangat.

Lagu-lagu motivasi sangat membantu kita untuk mengubah mood kita, mengubah semangat kita dari loyo menjadi energik. Saya terbiasa mendengar lagu-lagu yang energik di pagi hari sehingga memberikan suatu luapan semangat untuk memulai hari yang baru dengan puji dan syukur serta semangat yang melimpah. Lagu-lagu perjuangan pun seperti yang Anda lihat selalu dinyanyikan dengan semangat dan sikap tubuh yang tegap.

Saya paling suka menyanyikan lagu “Mars De Britto” dengan tangan kanan menyilang ke bahu kiri :) De Britto adalah nama SMA saya di Yogya :)

4. Menvisualisasikan hal-hal yang positif dan membangun

Dengan menvisualisasikan hal-hal yang positif akan membantu kita untuk lebih mudah dan cepat dalam mencapai tujuan dan mimpi kita. Misalkan saya mencatat di buku tabungan saya senilai 1 Milyar dalam jangka waktu 3 tahun ke depan. Dengan membayangkan kesenangan yang akan saya dapatkan pada waktu saya mempunyai uang tersebut maka saya setiap hari akan menjadi lebih terpacu untuk mengumpulkan uang sejumlah tersebut.

Dengan menempelkan poster ‘dalam 3 bulan ke depan, saya harus menghasilkan USD 1,000 saya yang pertama lewat internet marketing’ membuat saya membayangkan jika saya mendapatkan jumlah tersebut yang dapat menjadi minimal pasif income setiap bulannya maka saya akan lebih bahagia. Sehingga membuat saya terus berkutat di depan komputer hingga larut malam termasuk ketika membuat artikel ini.

*****

Hari Ketiga

SPIRITUAL


Kita hidup di dunia ini bukan hanya mengejar kesenangan duniawi saja tetapi juga kebahagiaan di akhirat. Dewasa ini, banyak yang hanya mengejar kesenangan duniawi (harta, wanita, kekuasaan) bahkan menghalalkan berbagai cara untuk mencapainya.

Semua agama dan kepercayaan pada dasarnya mengajarkan untuk mengutamakan kebahagiaan di akhirat dibandingkan kesenangan duniawi tetapi tentu saja semuanya harus seimbang.

Contoh : tante saya dalam keluarga dikenal sebagai orang yang sangat beriman. Hampir sehari-hari waktunya dihabiskan dengan berdoa, pergi ke gereja, ikut koor, ikut persekutuan, ikut kebaktian sehingga keluarganya diabaikan. Suatu saat dia baru menyadari ketika suami dan anak-anaknya mulai menjauh daripadanya. Tetapi yang dilakukan hanyalah terus berdoa dan melakukan aktifitas-aktifitas di gereja tanpa memperbaiki hubungan keluarganya. Dia berharap keluarganya dapat kembali utuh hanya dengan berdoa.

Tidak! Tidak ada mujizat yang terjadi tanpa kita melakukan sesuatu. Masih ingat poin saya di hari kedua : Berdoa dan ‘take action’ pasti menghasilkan keajaiban tetapi tidak ada sesuatu yang datang begitu saja dari langit tanpa Anda melakukan sesuatu. Setuju??? :)

Penerapan nilai-nilai spiritual ke dalam kehidupan dapat menghasilkan hidup yang lebih damai dan berarti.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dicoba yang telah dan terus saya praktekkan untuk dapat menikmati hidup dengan lebih damai dan penuh arti :

1. Mengikuti anjuran-anjuran yang diajarkan di dalam agama atau kepercayaan, seperti misalnya jangan membunuh, jangan mencuri, hormatilah Tuhan Allahmu, hormatilah ayah ibumu, dsbnya.

Misalkan dengan mencuri, orang lain telah dibuat menderita apalagi jika yang dicuri merupakan harta tabungan hasil kerja keras seumur hidup. Mungkin bagi mereka yang mencuri mendapatkan kesenangan duniawi karenanya tetapi jika harta tersebut telah habis ataupun takkan habis tujuh turunan, apa yang akan dibawa jika kelak mereka menempati tanah seukuran 1 x 2 meter?

2. Menjadi masyarakat yang setia dan bertanggungjawab dengan mentaati hukum-hukum di dalam negara.

Hukum dibuat untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam suatu komunitas. Tetapi kecenderungan di negara kita tercinta ini, hukum dibuat untuk dilanggar :) ditambah dengan penegakan hukum yang lemah. Contoh : tata tertib berlalu lintas. Banyak kendaraan yang suka menyalip dari bahu jalan karena terburu-buru, kendaraan umum ngetem seenaknya, orang menyeberang seenaknya (bukan di zebra cross), lampu pengatur jalan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, trotoar dipakai sebagai jalur untuk kendaraan bermotor, pedagang kaki lima yang memakai badan jalan untuk berjualan. Ini adalah contoh kecil bagaimana kesadaran hukum masih sangat lemah di negara kita.

3. Mempraktekkan nilai-nilai yang diyakini ke dalam hidup sehari-hari.

Semua agama dan kepercayaan mengajarkan kebaikan. Nilai-nilai kebaikan inilah yang harus kita praktekkan dalam hidup sehari-hari dan bukan hanya menjadi wacana belaka. Tentu saja untuk menjalankan ini diperlukan komitmen dan kerendahan hati untuk membuka diri terlebih dahulu.

Kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita mengharapkan kita diperlakukan oleh orang lain. Kadang kala kita melupakan bahwa untuk diperlakukan dengan baik oleh orang lain, kita terlebih dahulu harus memperlakukan orang lain dengan baik.

Prinsipnya adalah : “Give and Take” – Memberi terlebih dahulu baru menerima. Bukan “Take and Give” – Mengharapkan orang melakukan sesuatu baru kita memberikan.

4. Menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Tuhan YME.

Coba Anda ingat ketika Anda jatuh cinta kepada seseorang, kita ingin menghabiskan segenap waktu kita dengan orang yang kita cintai itu. Seluruh perhatian kita pun dicurahkan pada hubungan ini. Jatuh cinta pada Tuhan seharusnya sama juga. Namun kita harus bersedia memberikan waktu kita yang terbaik, bukan sisanya. Tuhan sudah memberi yang terbaik, sudah sepantasnya kita memberi-Nya yang terbaik pula.

Terkadang kita malas menyediakan waktu untuk berhubungan dengan Tuhan. Sebelum memulai kegiatan di pagi hari, kita lupa berdoa; sebelum memakan santapan kita, kita lupa bersyukur; ketika dipromosikan, kita lupa berterima kasih; ketika mendapat order, kita lupa mengucapkan syukur; ketika mau beristirahat, kita lupa memohon agar dijaga selama beristirahat; dan masih banyak lagi kelupaan-kelupaan lainnya. Apalagi menyediakan waktu secara khusus di hari Minggu untuk mengikuti kebaktian, atau di hari Jumat untuk mengikuti sholat bersama, dsbnya.

Ada sebuah cerita menarik tentang bagaimana dengan melakukan hal-hal yang kecil, akhirnya kita dapat melakukan hal yang besar termasuk dalam hubungan kita dengan Tuhan :

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?"

Ayahnya menjawab sambil tersenyum : "tak mungkin, nak"

"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" tanyanya lagi.
Ayahnya berkata: "tak mungkin, nak"

"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"

Lagi-lagi ayahnya berkata : "tak mungkin, nak"

"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu bertanya lagi.

Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: "mmmm..... mungkin bisa, nak"

"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"

Ayahnya tertawa dan berkata : Nah, kalau itu pasti bisa, nak.

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam,waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa.

Bukankah menit demi menit yang kita pakai setiap hari untuk berhubungan dengan Tuhan dapat membuat jam demi jam yang kita habiskan setiap minggu di Mesjid ataupun di Gereja menjadi tidak terasa?

5. Mengikuti acara-acara keagamaan secara tetap.

Dengan mengikuti acara keagamaan ataupun kepercayaan secara rutin membuat kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan juga dapat dipakai sebagai sarana untuk bersosialisasi dan membangun keakraban antar sesama umat.

Saya yakin, poin-poin di atas sudah sangat Anda ketahui tetapi bukankah dengan saling mengingatkan kembali, hidup ini dapat menjadi lebih indah dan berarti…
Salam Sukses untuk Anda!


*****

Hari Keempat

SOSIAL


Memiliki pengertian, menerima, dan membangun hubungan yang akrab dengan orang lain secara bertanggung jawab dan saling tolong menolong.

1. Menciptakan kepribadian yang bersahabat dan tulus

Tulus artinya memberikan tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan. Ada orang-orang yang melakukan sesuatu dan mengharapkan pamrih daripadanya sehingga tanpa imbalan orang tersebut tidak akan mau melakukannya. Jangan pernah kuatir dengan apa yang akan Anda peroleh. Fokus saja pada apa yang dapat Anda berikan karena apapun yang Anda kirim ke Alam Semesta akan datang kembali kepada Anda (Hukum Sebab Akibat, salah satu Hukum Alam yang mendukung Hukum Daya Tarik).

Sewaktu saya menawarkan produk (motor) dengan harga lebih mahal (bahkan ditambah ongkos antar) tetapi ketika saya bersungguh-sungguh dan tulus, orang lebih memilih untuk membeli dari saya dibandingkan dari kompetitor. Atau dalam bahasa Mandarin “Yong Xin Fu Wu” – melayani dengan hati.

2. Mengerti dan menghargai kebiasaan dan tradisi orang lain

Indonesia penuh dengan kultur budayanya yang beraneka ragam. Tren Cipika Cipiki (Cium Pipi Kanan & Kiri) adalah sangat lazim di negara-negara Barat seperti Amerika, Canada, Inggris, Jerman, Prancis, dll. Saya yang pernah kuliah beasiswa di Inggris pun merasakan ketika budaya cipika-cipiki tersebut saya bawa ke Indonesia, hasilnya adalah tidak baik karena umumnya masyarakat kita belum bisa menerima hal tersebut.

SMA saya di Yogya mengajarkan nilai-nilai Kristiani yang kuat (Ad Maiorem Dei Gloriam – untuk kemuliaan Allah yang lebih besar), pendidikan yang bebas tetapi bertanggung jawab, dan keperdulian sosial terhadap sesama (Man for Others). Contoh: pakaian boleh tidak seragam tetapi sopan, bisa mengenakan sepatu sandal. Tetapi ketika kami datang ke Departemen P&K wilayah Yogya, kami dicemooh sebagai anak berandalan.

3. Meningkatkan penampilan dan etika pergaulan

Orang lain pertama kali akan menilai dan melihat kita melalui cara kita berpakaian, berjalan, berbicara, melihat, duduk, makan dan minum, bekerja, berjabat tangan, menata rambut, dll yang semuanya adalah penampilan luar kita.

Anda tentunya tidak akan menerima seorang calon karyawan sebagai petugas cleaning service jika penampilan luarnya kumal, kuku panjang dan kotor, rambut tidak rapi, bau badan/ mulut yang berlebihan, dll karena secara logika bagaimana orang ini dapat membersihkan kantor jika penampilan fisiknya sendiri tidak dijaga.

4. Memperlakukan orang lain seperti yang kita ingin orang lain perlakukan terhadap kita

Katakanlah hal-hal yang baik kepada setiap orang. Perlakukan setiap orang dengan hormat dan itu semuanya akan kembali ke Anda.

Seperti puisi berikut:

Setiap tetes air yang keluar dari mata air, tahu mereka mengalir menuju ke laut.
Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan.
Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu bahwa suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung.
Menjadi awan dan menurunkan hujan.
Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur.
Sebagian kembali ke laut.
Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang kita temui di selokan rumah kita ?

Adakah yang akan sia sia dari apa yang kita lakukan dan kita berikan ??

Sumber : Unknown

5. Membantu orang lain dengan menjadi anggota dan pemimpin dari pelayanan suatu komunitas, klub, dan badan-badan profesional

Dengan bergabung dalam suatu klub, komunitas, dan badan profesional akan lebih membuka cakrawala berpikir dan bersosialisasi kita karena di situ kita akan bertemu dengan orang yang memiliki visi yang sama, misi yang sama, paradigma yang sepaham.

Ada profesional yang bila ditanyai berapa relasi yang dia ingat, di dalam maupun di luar perusahaan, hanya bisa menghitung sampai angka 20. Tapi coba bandingkan dengan profesional yang mempunyai ratusan relasi, keluarga, kerabat, tetangga, teman, atasan, manajemen top, dsbnya. Relasi yang banyak, tepat, dan benar akan lebih memudahkan jalan kita dalam mencapai kesuksesan.

Portofolio sosial kita bukan terdiri dari orang-orang yang kita kenal, tetapi dari orang-orang yang kenal dan mengingat kita.



*****

Hari Kelima

KEUANGAN


Bukan seberapa banyak uang yang kita hasilkan tetapi seberapa bijak kita mengontrol dan menangani uang kita.

Contoh:
Mike Tyson, seumur hidupnya dia membuat uang USD 312 Juta atau senilai 2,808 milyar rupiah (1 USD = IDR 9,000). Ternyata pada umur 40 tahun, Mike Tyson sudah dinyatakan bangkrut dan masih mempunyai hutang USD 35 Juta atau 315 milyar rupiah karena gaya hidup, mental, mindset, tingkah laku, dan kebiasaan nya.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengelola uang Anda secara lebih bijak:

1. Perlakukanlah uang Anda dengan bijaksana dan investasikanlah untuk membuatnya berkembang.

a. Investasi yang aman ciri-cirinya: bunga/ yield di bawah 15% per tahun dengan tingkat keberhasilan sekitar 95%.
Minimal 10% dari penghasilan Anda disisihkan ke dalam investasi ini. Jangan pernah menggunakan alokasi dana dalam investasi aman kecuali ketika bunga/ hasilnya sudah cukup untuk membiayai gaya hidup Anda. Jika dana cadangan habis, lebih baik berhutang karena akan lebih termotivasi untuk mengembalikan.

b. Investasi yang tumbuh ciri-cirinya: bunga/ yield 15-100% per tahun dengan tingkat keberhasilan sekitar 50% – 95%.

2. Sisihkan minimal 20% untuk cadangan 6 bulan biaya hidup atau untuk membayar hutang (bila ada) atau diinvestasikan dalam investasi yang tumbuh.

3. Rencanakan dengan bijaksana pemanfaatan maksimal 70% dari sisa gaji bulanan anda.

Menurut Pak Tung dalam bukunya Financial Revolution, orang-orang yang mampu menunda kesenangan ternyata mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah, menjadi karyawan yang lebih baik, bahkan menjadi pengusaha yang lebih sukses dibanding teman-teman mereka yang tidak mampu menunda kesenangan.

4. Persiapkan laporan penggunaan uang anda per-bulan.

Buatlah laporan kas sederhana sehingga Anda dapat memonitor alur cash flow penghasilan dan pengeluaran Anda, pos mana yang masih bisa diperketat atau dikurangi atau ditunda kesenangannya, pos mana yang bisa ditambah, dan lain sebagainya. Karena pengalaman pribadi saya sewaktu belum membuat laporan kas ini, saya tidak mengetahui ke mana larinya penghasilan saya. Ternyata setelah ditelusuri dengan meningkatnya penghasilan, meningkat pula gaya hidup konsumtif saya.

Setelah menerapkan pembuatan laporan penggunaan bulanan dan menunda kesenangan, perlahan-lahan saya mulai bisa secara bijak mengatur penggunaan penghasilan saya. Beri penghargaan, pergi bersenang-senang, habiskan sejumlah rupiah jika setelah 3 bulan Anda mampu mengatur alokasi aset (diambil dari yang maksimal 70% bisa Anda habiskan).

5. Tetapkan sasaran/ target keuangan anda secara realistik dan spesifik.

Tanyakan pertanyaan tersebut kepada diri Anda : Seberapa cepat Anda mau merdeka secara financial : 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun? Seberapa banyak yang mau Anda sisihkan setiap bulan ke dalam investasi aman atau bertumbuh?

Target ini harus jelas! Seperti ketika seseorang ingin bangun sepagi mungkin. Pertanyaannya sepagi mungkin itu jam berapa? Jam 7 kah? Jam 8 kah? Jam 9 kah? Atau jam 4 kah? Jam 5 kah? Jam 6 kah? Suka-suka! Demikian pula dengan sasaran keuangan Anda harus jelas, jika tidak sasaran tersebut tidak akan dapat tercapai secara penuh.

Salam sukses untuk Anda!



*****

Hari Keenam

KARIR


Mencari cara untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di dalam profesi ataupun karir

Terkadang dalam karir atau profesi kita, kita merasa karir kita sudah mentok. Kita merasa bahwa itulah puncak karir kita dan kita boleh berpuas diri karena di situlah batas kemampuan kita. Apakah memang demikian?

Coba bandingkan dengan cerita berikut :

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.

Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan di sana selama satu hingga dua minggu?

Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini."

Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. AMAN.
Dia tidak membentur.

Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api.

Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat.

Sumber : Unknown

1. Melakukan analisis pribadi terhadap kinerja pekerjaan secara mingguan maupun bulanan. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah yang kita kerjakan sudah mengarahkan kita ke cita-cita atau tujuan atau mimpi kita. Karena apabila kita tidak pernah melihat apa yang sudah dan sedang kita kerjakan, niscaya kita akan tenggelam terus menerus dalam aktivitas tersebut tanpa mampu keluar dari dalamnya. Akhirnya, pekerjaan tersebut akan menjadi suatu rutinitas yang menjemukan, menjadi suatu kebiasaan, menjadi suatu pola hidup dan kita akan merasa nyaman tanpa mau berusaha lebih.

Pernah mendengar pepatah “Orang Gila adalah orang yang mengharapkan hasil lebih tapi melakukan hal yang sama terus menerus”. Contoh : seorang salesman bulan ini jualan 4 unit motor dengan mengunjungi 1 klien selama seminggu. Apakah mungkin dia di bulan berikut berjualan 8 unit jika tetap mengunjungi 1 klien selama seminggu?

Ambil contoh di atas, jika salesman tersebut bercita-cita menjadi seorang Sales Manager, apakah dengan hanya berjualan 4 unit motor per bulan, dia bisa mencapai cita-cita nya tersebut?

2. Mengorganisasi, merencanakan dan menjalankan dengan kinerja yang memuaskan dengan menerapkan manajemen pengelolaan waktu dan prinsip-prinsip menetapkan sasaran/target.

Goal anda harus S.M.A.R.T, yaitu:
Spesific : Spesifik/jelas – saya ingin menjadi Manajer Pemasaran bukan saya ingin menjadi Manager atau saya ingin take home pay per bulan Rp 5 juta bukan saya ingin penghasilan yang banyak.
Measurable : Terukur – untuk menjadi Manajer Pemasaran saya harus berinvestasi setiap bulannya Rp 300 rb utk training/ikut seminar, Rp 100 rb utk beli buku-buku/ cd/ film yang berhubungan dengan pengembangan soft skills, dll selama jangka waktu 2 tahun. Dalam jangka waktu 2 tahun, saya harus menguasai skill memotivasi bawahan, skill mengoperasikan MS office, skill berkomunikasi, dll.
Attainable : Dapat dicapai – Sales Manager bukanlah cita-cita yang tidak dapat dicapai karena misalkan saya mencintai marketing, saya suka memotivasi rekan kerja, saya suka berkomunikasi, saya menguasai strategi pemasaran, dll.
Realistic : Realistis – untuk mencapai posisi sebagai Sales Manager perlu waktu 3 tahun tapi itu realistis untuk dicapai. Posisi tersebut realistis untuk dicapai tapi cukup menantang kita untuk mencapainya.
Time Limit : Ada batas waktu – artinya untuk mencapai posisi tersebut harus ada batas waktu, misalkan dalam 2-3 tahun. Jangan menetapkan target tersebut untuk seumur hidup, artinya jika dicapai yah bagus jika tidak dicapai yah tidak apa-apa.

3. Menghadiri kursus dan seminar-seminar mengenai motivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian.
Sudah tidak jamannya lagi mengharapkan perusahaan atau pihak lain bertanggung jawab atas pengembangan diri kita. Contoh : “jelas aja metodenya konvensional karena karyawan tidak pernah di training di luar”. Profesional yang berhasil adalah mereka yang meyakini bahwa tanggung jawab untuk masa depan dan pengembangan karier ada di tangannya sendiri.
Perusahaan tidak pernah membayarkan saya untuk mengikuti training, tetapi dengan training yang saya investasikan sendiri, paling tidak saya sudah mengisi diri saya dengan pengalaman-pengalaman positif baru secara emosional dan spiritual.

Coba Anda bayangkan sebuah gergaji yang dipakai untuk menebang pohon secara terus menerus. Jika tidak diasah/ dirawat, setelah 2-3 bulan apa yang terjadi? Gergaji tersebut tidak akan bisa lagi menebang pohon secepat ketika dia masih tajam/ sesudah diasah.

4. Membaca buku, majalah dan catatan-catatan yang berhubungan dengan profesi pekerjaan.
Output/ tingkah laku/ kebiasaan seseorang didasarkan pada input/ pengalaman/ pelajaran yang diterimanya. Jika kita setiap hari mendengar berita kekerasan, perampokan, pembunuhan, mutilasi di Koran tanpa diimbangi dengan input yang positif, dipastikan output kita akan mudah cemas, takut keluar rumah, antipati terhadap orang lain, cuek, tidak ramah, dsb nya.

Gunakan teknik speed reading seperti scanning, untuk menyerap bacaan dalam waktu singkat, mengingat banyaknya materi bacaan sehubungan dengan industri dan profesi yang kita tekuni tidak bisa kita cerna semuanya.

Paksakan diri untuk mengingat dan mengotak-atik data dan fakta karena sampai kapan pun sebagai seorang professional, kita perlu fakta dan data bila ingin mengambil keputusan atau memecahkan masalah.

5. Berkonsultasi dengan atasan, rekan sekerja, dan pembimbing mengenai pengembangan karir dan profesi.

Ini bukanlah menjilat. Saya pernah mempraktekkan hal ini. Dengan melakukan ini, saya jadi tahu dengan lebih jelas ‘career path’ saya, bagaimana cara untuk mencapainya, skills dan knowledge seperti apa yang diperlukan untuk mencapainya, dsbnya. Hal ini sangat membantu untuk mengevaluasi apakah saya sudah lebih dekat dengan cita-cita atau mimpi saya pada poin 1 di atas. Kebanyakan orang tidak pernah berkonsultasi tentang pengembangan karirnya dengan atasannya akibatnya dia akan berjalan seperti seorang musafir di padang gurun tanpa penunjuk arah yang jelas tapi dia tetap berjalan sampai akhir hayatnya.

Jangan pernah berhenti berinvestasi pada diri kita masing-masing, niscaya orang lain, pihak lain, perusahaan juga tidak akan ragu-ragu untuk berinvestasi pada diri kita. Amin.

Salam sukses untuk Anda!



*****

Hari Ketujuh

KELUARGA


Memiliki keluarga yang bahagia, harmonis, dan bersatu, saya yakin, adalah impian setiap pasangan suami-istri, setiap orang tua, dan setiap anak.

Untuk membentuk keluarga idaman tersebut tentu tidak terlepas dari peran serta semua yang terlibat di dalamnya : peran serta ayah, peran serta ibu, maupun peran serta anak-anaknya.

Berikut ini adalah beberapa tips yang ingin saya sharing-kan yang saya peroleh lewat pengalaman hidup saya :

1. Memberikan contoh panutan sebagai pemimpin agar diikuti oleh keluarga anda.

Coba Anda bayangkan jika seorang ayah tidak memberikan contoh yang baik kepada istri dan anak-anaknya : pulang larut malam, mabuk-mabukan, berjudi, pengangguran, maka dia akan membentuk suatu pola di mana istri dan anaknya tidak akan respek terhadap dia.

Ayah saya meminta saya untuk tidak merokok. Saya bisa menerima dan mengikuti perkataan tersebut karena beliau walaupun bisa tetapi memilih untuk tidak merokok meski ditawarin oleh teman-temannya. Ini membentuk suatu pola kebiasaan bagi diri saya bahwa merokok itu tidak sehat, karena saya mencontoh kepada kebiasaan ayah saya.

Sejak SD saya rajin ke gereja dan aktif di perkumpulan muda-mudi gereja. Adik saya mencontoh kebiasaan saya dan ini merupakan contoh nyata yang positif dalam proses pengembangan dirinya.

Contoh yang positif sangat diperlukan dalam proses pengembangan diri sang anak. Jika anak melakukan kesalahan tetapi tidak pernah diajarkan cara untuk melakukan secara benar, malah selalu diteriakin atau diomelin : bego kamu, dasar anak nakal, anak siapa sih kamu, dsb nya maka perlahan-lahan ini akan membentuk karakter anak seperti yang sering diucapkan, menjadi pesimis, rendah diri, tidak berguna, bandel, susah diatur, dsb nya.

2. Melakukan rapat keluarga secara berkala untuk mendiskusikan masalah, jalan keluar, dan sasaran/target

Ayah dan ibu saya tidak pernah melakukan rapat secara formal tetapi pada saat makan malam bersama ataupun pada saat rekreasi bersama, mereka suka memberitahukan target mereka apa dan bagaimana cara mencapainya. Misalkan : “Ayah mau membeli rumah di tepi pantai. Kira-kira menurut Putera bagaimana? Atau lebih baik Ayah investasikan uangnya untuk membeli barang sehingga stok ayah di toko lebih lengkap?”

Ini membuat saya sebagai anak merasa dihargai, merasa dibutuhkan karena setiap rencana atau target mereka disosialisasikan kepada kami anak-anaknya. Dengan demikian jika ada masalah di kemudian hari karena pengambilan keputusan tersebut, saya dan adik saya suka mencarikan jalan keluarnya bersama-sama. Bukankah dua kepala lebih baik daripada satu? ?

3. Investasikan lebih banyak waktu untuk bersama yang berkualitas

Bukan dari seringnya bertemu tetapi dari kualitas pertemuan tersebut. Sejak SMA, saya sudah disekolahkan ke Yogyakarta. Otomatis pertemuan saya dengan orang tua hanya bisa setahun 2x, pada saat libur Natal dan kenaikan kelas. Tetapi dari pertemuan yang hanya sebentar tersebut, kami merasakan suasana yang lebih akrab dan berkualitas. Ayah jadi lebih banyak bercerita, lebih banyak bercanda dibanding waktu dulu kami serumah (sampai SMP).

Waktu masih SMP dulu, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman, makan malam jarang di rumah tetapi semenjak jarang bertemu kami menjadi lebih akrab. Makan malam pun kami tunggu sampai ayah pulang kantor baru kami makan bersama-sama. Oh senangnya masa kecil ?

4. Saling memberikan semangat di dalam keluarga dengan memberikan pujian dan penghargaan

Seorang ayah paling susah memuji anaknya. Mungkin tidak semua. Tapi ayah saya termasuk tipe yang paling susah memuji anaknya. Tetapi satu hal yang membuat saya merasa bahwa beliau memuji dan menghargai saya walaupun tidak diucapkan adalah : beliau jarang melarang keputusan-keputusan yang saya buat. Terkadang memang beliau masih memberikan masukan-masukan. Bagi saya, itu artinya ayah saya percaya bahwa saya akan memutuskan sesuatu secara bijak.

5. Mengenal lebih dekat dengan keluarga

Saya mengenal hampir semua teman-teman adik saya. Dengan demikian saya tidak perlu kuatir jika suatu saat saya tidak bisa menghubungi adik saya karena handphone nya low bat, dsb nya. Saya bisa menghubungi teman-temannya tersebut.

Kebanyakan daripada kita merasa cuek saja terhadap saudara, orang tua, keluarga kita. Sehingga jangan kaget jika tiba-tiba misalkan anak kita menjadi ikut-ikutan nakal, hamil di luar nikah, dsb nya karena kita tidak pernah punya waktu terhadap mereka.

Saya suka meluangkan waktu sebelum tidur, ngobrol-ngobrol sebentar sekitar 15 menit dengan adik saya sekedar menanyakan kabar setelah kerja seharian, ada masalah dengan pacarnya, atau hal-hal kecil lainnya. Ini membuat adik saya menjadi lebih komunikatif dan terbuka terhadap saya.

Selamat mencoba! Dan Sukses selalu untuk Anda!

Sumber*****

Posting Komentar

Blogger