Ads (728x90)

http://trinidadhunt.com/wp-content/uploads/2010/01/IQEQSQ_frontcut.jpg

Siapapun bisa marah.
Marah itu mudah.

Tetapi, marah pada orang yang tepat,dengan kadar yang sesuai, pada waktuyang tepat, demi tujuan yang benar, dandengan cara yg baik, bukanlah hal mudah.” –

Aristoteles, The Nicomachean Ethics. Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini.Padahal, kecerdasan otak saja tidakcukup menghantarkan seseorang mencapai kesuksesan.Justru, pengendalian emosi yang baik menjadi faktor penting penentukesuksesan hidup seseorang. Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari seseorang yang cerdas dalam menganalisa, merencanakan dan menyelesaikan masalah, mulai dari yangringan hingga kompleks.Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa memahami, mengenal, dan memilihkualitas mereka sebagai insan manusia.Orang yang memiliki kecerdasan emosibisa memahami orang lain dengan baikdan membuat keputusan dengan bijak.Lebih dari itu, kecerdasan ini terkaiterat dengan bagaimana seseorang dapatmengaplikasikan apa yang ia pelajaritentang kebahagiaan, mencintai danberinteraksi dengan sesamanya. Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akanbertanggung jawab dalam segala hal yangterjadi dalam hidupnya sebagai buktitingginya kecerdasan emosi yang dimilikinya.

Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian kesuksesan hidup yang *tidak tampak*.Kesuksesan bisa tercapai ketikaseseorang bisa membuat kesepakatan dengan melibatkan emosi, perasaan dan interaksi dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian kesuksesan secara materi tidak menjamin kepuasan hati seseorang.

Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yangjuga dikenal dengan sebutan “EQ”), dikenalkan melalui pasar dunia.Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi secara tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan dari pada kecerdasan otak (IQ) seseorang.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi bisa mengubah segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa….Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump, adalah contohapik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga 1990, Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar USdollar.

Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu “The Art of The Dealdan Surviving at the Top”.

Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus…

Kamu ingat depresi yang melanda dunia di akhir tahun 1990? Pada saat itu harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga dalam waktu semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.Trump yang sangat tergantung padabisnis propertinya ini harus menanggung hutang sebesar 900 juta US Dollar!

Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi kebangkrutannya.
Beberapa temannya yang mengalami nasibserupa berpikir bahwa inilah akhirkehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri hidupnya dengan cara bunuhdiri.

Di sini kecerdasan emosi Trumpbenar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari mantanistrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka.

Orang-orang yang dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asadan menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya.
Trump justru memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubahkeadaan. Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada”intangible asset” yang tetap dimilikinya.Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari semua hartanya yang pernah ada!Apa yang terjadi selanjutnya?

Fantastis, enam bulan kemudian Trump sudah berhasil membuat kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3 Milliar.

Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberijudul “The Art of The Comeback”.

Dalam bukunya ini Trump bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya justru menjadikannya lebih bijaksana,kuat dan fokus dari pada sebelumnya.
Bahkan ia berpikir, jika saja musibahitu tidak terjadi, maka ia tidak akan pernah tahu teman sejatinya dan tidakakan menjadikannya lebih kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan? :-)

Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit dari kegagalan,juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk berani menghadapi ketakutan.

Tidak sama halnya seperti kecerdasan otak atau IQ,
kecerdasan emosi hadir pada setiap org & bisa dikembangkan.Berikut beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian. Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam segala hal. Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. “being accountable is being dependable”

3. Berani keluar dari zona nyaman. Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa mengeksplorasi banyak hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba untuk menghadapinya. Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.

5. Bersikap rendah hati. Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat meningkatkan harga diri kita.So, kuasailah kecerdasan emosi kamt!

Karena mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengendalikan kamu menuju sukses danjuga menikmati warna-warni kehidupan.

Sumber

Poskan Komentar

Blogger