Sholat Sunnah Hajat

Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan karena adanya suatu hajat, keinginan atau keperluan tertentu, baik keperluan yang berhubungan dengan duniawi ataupun ukhrawi. Sholat adalah doa. Ketika seseorang ingin keinginannya dikabulkan oleh Allah swt, maka ia sholat dan berdoa. Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang lebih dikhususkan untuk memohon kepada Allah swt agar dikabulkan segala hajat. Allah swt berfirman, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat.” (QS. Al Baqarah:45)

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9IJVVeno4b2hybTOAIlL9JQDs3rSdcyEoDraZh__zdrhBLfY4VzhW0j9yOVP4ugccahcyB4eWAiCLwl2dGn-m5mO6HwNPHHHAff9ARp_sUoSQl6Pv8vFDQAoqKYf8p-_GUX1JpgyPiCQ/s1600/sequance-solat2.jpg

Dalam menyempurnakan ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai suatu keinginan, Insya Allah dengan melakukan sholat Hajat Allah akan mengabulkan doa dan keinginan tersebut. Doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal adalah kewajiban umat muslim dalam menyikapi banyaknya tuntutan hidup di dunia. Dalam surat Al Baqarah:45 di atas, selain sholat kita diperintahkan juga untuk sabar. Oleh karena itu, sholat Hajat dan memohon kepada Allah dapat kita lakukan setiap hari dengan khusyuk serta tanpa rasa bosan bila keinginan itu belum dikabulkan. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian sholat dua rakaat (Sholat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad)

Waktu sholat Hajat tidak tertentu, namun tidak diperbolehkan mengerjakan sholat Hajat pada waktu yang dilarang seperti setelah sholat Ashar dan setelah sholat Subuh. Sholat Hajat dilakukan sendiri, tidak berjamaah. Banyaknya rakaat dalam sholat Hajat yaitu minimal dua rakaat dan maksimal sebanyak dua belas rakaat. Dalam pelaksanaanya, jika dikerjakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya.
Berikut ini tata cara sholat Hajat:
  • Niat sholat Hajat di dalam hati: Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’aala (“aku niat sholat sunah hajat karena Allah”). Lalu Takbiratul Ihram.
  • Membaca doa Iftitah, dilanjutkan dengan surat Al Fatihah kemudian membaca salah satu surat di dalam Al Quran.
  • Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali
  • I’tidal sambil membaca bacaannya
  • Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
  • Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya
  • Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir, setelah selesai maka membaca salam dua kali. Jika dilaksakan sebanyak empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rakaat ketiga dan keempat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.
  • Setelah selesai sholat Hajat bacalah dzikir yang mudah dan berdoa sampaikan hajat yang kita inginkan kemudian mohon petunjuk kepada Allah agar tecapai segala hajatnya.
Doa setelah sholat hajat:
Laa ilaaha illallahul haliimul kariimu subhaaanallahi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. As ‘aluka muujibaari rahmatika wa ‘azaaima maghfiratika wal ghaniimata ming kulli birri wassalaamata min kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghafartahu walaa hamman illaa farajtahu walaa haajatan hiya laka ridhan illa qodhaitahaa yaa arhamar raahimiin.”
Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang”
*****

Assalamualaikum Warrohmatullahi wabarokaatu.
Segala puji bagi Allah yang memiliki sekalian alam. Dengan puji-pujian yang lengkap meliputi akan nikmatNya serta menambahkan karuniaNya
Semoga sholawat dan salam yang sempurna atas Junjungan kita Nabi Muhammad S.a.w dan semoga para keluarga dan sahabatnya sekalian serta yang mengikuti syariatnya sampai pada hari kemudian.

Ketahuilah Sesungguhnya nikmat / pemberian Allah yang paling besar kepada umat manusia adalah nikmat islam dan nikmat iman, karena kedua nikmat itu Allah jadikan sebab manusia bisa masuk surga yang kekal didalamnya, selamat dari siksa api neraka dengan lantaran kita taat beribadah kepada Allah Ta'ala, artinya tanpa IMAN dan ISLAM orang tidak berhak masuk surga.

Dalam kesempatan ini saya akan menuliskan Tata Cara Sholat Hajat semoga bermanfaat bagi kita semua wabil khusus bagi yang belum paham akan Tata Cara Sholat Tahajut.

Adapaun arti dari Hajat adalah Niat atau Keperluan atau keinginan. Kiat sebagai manusia pasti kita mempunyai hajat baik hajat duniawi maupun ukhrowi (akherat) dimana Hajat atau niat tersebut tidak bisa diselaesaikan dengan kekuatan sendiri dan ada saatnya manusia perlu bantuan atau pertoloangan orang dan Allah SWT agar tercapai hajatnya tersebut.

Oleh karena itu disamping kita harus ikhtiar kita juga dianjurkan untuk meminta bantuan dan pertolongan dari tuhan kita, yaitu Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang sebagaimana firman Allah dalam surat Albaqoroh ayat 45 yaitu :
yang artinya :
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, (QS. 2:45)

Adapun tata cara sholat tahajut ada beberapa macam cara, ada yang dua rekaat dan ada yang dua belas rekaat untuk pembahasa ini kami mengambil keterangan Imam Ghozali antara lain : Barang siapa mempunyai suatu hajat atau keperluan, bail soal agama atau soal dunia tat kala ia mendapat kesulitan, hendaklah ia melakukan sholat hajat.
Wahab Ibnul Ward : yang artinya :Diantara yang tidak ditolak kembali ialah sembahyang 12 rokaat. Dibaca tiap-tiap rakaat ba'da fatihah, yaitu ayatul kursi, dan qulhu. Maka bila selesai sembahyang sesudah salam lalu sujud sekali sujud, maka didalam sujud ini, lalu membca tasbih 10 kali, sholawat 10 kali dan doa sepuluh kali. kemudian berdo'a memohon sesuatu yang menjadi hajatnya. Pada intinya sholat hajad itu dilaksanakan dua rakaat samapi dengan 12 rokaat, dengan tiap-tiap dua rakaat satu salam.

Pelaksanaannya sebagai berikutnya :
1. Jika anda mau melakukan sholat pertama-tama anda berwudhu dengan tertib serta khusuk, kemudian berpakaian rapi dan kita mesti ingat kita mau menghadap Allah Swt.
2. Kemudian setelah anda berdiri dengan tenang, ingat akan kebesaran Tuhan, hilangkan ingatan anda kepada yang lain.
3. Lalu baca niat sebagai berikut : Usholli sunnatal haajati rok'ataini lillahi ta'aala Allahu Akbar
4. baca doa Iftitah :

5. Kemudian Baca Surat Alfatiahah

6. Kemudian memca Ayat kursi

7. Kemudia baca Suroh Al Iklas

8. selanjutnya Rukuk dan seterusnya seperti sholat fardu biasa
9. dan pada rokaat yang kedua kita lakukan seperti pada rokaat pertama tadi.
10. kemidian setelah salam membaca Istighfat 100 kali
11. lalu baca Sholawat Nabi yaitu Allahumma Sholli Alaa Sayyidinaa Muhammaddin wa' alaa aali sayyidinaa muhammad
12. Kemudian baca do'a sebagai berikit :
13. Kemudian bersujud sambil membca tasbih sebanyak 10 kali lalu membaca sholawt 10 kali kemudian membaca doa spu jagad sebanyak 10 kali
14. kemudian berdoalah memohon apa yang dimaksud, sambil bersujud kepada allah dan perbanyaklah membaca Laa ilaaha illa anta subhaanka innii kuntu minazh zhoolimin.

Sholat hajat ini sebaiknya dilaksanakan semalam sampai dengan tiga malam atau tujuh malam, tergantung pada pentingnya serta sulit maksud kita ini, dan Insya Allah hajat kita akan terkabul. Sholat hajat ini boleh dilakukan dua rakaat saja, terserah kita.

Demikian uraian singkat tata cara sholat hajat semoga bermanfaat bagi kita semua, dan semoga hajat kita akan terkabulkan amin amin amin yarobal alamin.

Diamabil dari beberapa sumber yaitu bukunya RIJAL RUSDI


Sumber :  
Blogspot  
Wordpress

Wê-Zëd

"Jam ± 05.00 – 05.30 bangun pagi lalu (biasanya lanjut kegiatan MCK, baru->) sholat shubuh, Jam ± 07.15 – 07.20 waktu berangkat ke kantor, Jam ± 12.15 – 13.30 ISHOMA (Istirahat, Sholat Dzuhur, Makan), Jam ± 15.30 (Sholat Ashar di kantor bila memungkinkan), Jam ± 16.00 – 17.00 (pulang ke rumah lanjut ISHOMA), Jam ± 17.45 – 18.30 (kegitan MCK, lanjut) Sholat Maghrib, selanjutnya santai nonton TV sambil ngemil atau makan lagi, Jam ± 19.30 – 20.00 Sholat Isya’, menyambung nonton TV dan lainnya, sekitar Jam ± 22.00 – 23.30 merebahkan diri untuk tidur dan melanjutkan kehidupan hari berikutnya."

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak