Ads (728x90)

Cegukan

Cegukan adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Udara yang tiba-tiba lewat ke dalam paru-paru menyebabkan glottis (ruang antara pita suara) menutup, serta menyebabkan terjadinya suara hik. Cegukan umumnya akan selesai dengan sendirinya, meskipun ada beberapa pengobatan rumah tangga (home remedy) untuk mempercepat cegukan, dan ada beberapa pengobatan yang dibutuhkan. Istilah medis untuk cegukan adalah singultus.

Cegukan seringkali berkembang dalam situasi tertentu, seperti makan terlalu cepat, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, kelebihan minuman beralkohol, atau karena keseimbangan elektrolit. Cegukan dapat pula disebabkan karena tekanan saraf frenik oleh struktur anatomi yang lain, atau karena tumor dan penyakit ginjal lainnya, meski hal ini jarang terjadi. American Cancer Society melaporkan bahwa 30% pasien kemoterapi menderita cegukan sebagai efek samping perlakuan.

Pengobatan

Untuk menghentikan kecegukan bisa dilakukan tindakan berikut:
  • Menahan napas, karena dengan menahan napas maka kadar karbondioksida di dalam darah meningkat, sehingga kecegukan berhenti.
  • Bernapas di dalam kantong kertas.
  • Minum segelas air dingin atau mengunyah roti kering atau es batu yang diserut.
  • Menarik lidah atau menggosok bola mata secara perlahan.
  • Membalik posisi tubuh dengan meletakan kepala dibawah kaki diatas

Kecegukan yang bersifat menetap memerlukan pengobatan yang lebih intensif. Obat-obat yang digunakan adalah skopolamin, proklorperazin, klorpromazin, baklofen, metoklopramid dan valproat.

Rekor Dunia

The Guinness World Records mencatat rekor cegukan terlama (1922-1990) dipegang oleh Charles Osborne (1894-1991) dari Anthon, Iowa (Amerika Serikat). Cegukan tersebut dimulai pada tahun 1922 dengan frekuensi 40 kali per menit, melambat menjadi 20 kali, dan akhirnya berhenti pada bulan Februari 1990, dengan total waktu selama 68 tahun.

Sumber
-----

Cegukan (Singultus - Hiccup)

Cegukan atau hiccup yang istilah medisnya singultus adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Istilah ‘hiccup’ muncul dan digunakan orang untuk menirukan suara yang dikeluarkan saat cegukan (hik..hik..). Sedangkan nama lainnya, yaitu ‘singultus’ berasal dari bahasa latin singult yang berarti menarik nafas saat seseorang sedang terisak-isak.

Ketika seseorang cegukan, terjadi kontraksi otot-otot pernapasan, yaitu diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk, yang menyebabkan gerakan menarik nafas namun tiba-tiba diikuti dengan menutupnya glotis (katup saluran napas) secara tidak normal sehingga terdengarlah suara hik..hik.

Biasanya cegukan muncul 4-60 kali/menit dengan interval yang cukup teratur dan berlangsung beberapa menit saja. Namun ada kalanya bertahan lebih dari 48 jam, dan bisa pula hingga berhari-hari (mau memecahkan rekor dunia?). Tertutupnya katup atau epiglotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung refleks, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Kedua saraf ini mengatur jalur pernafasan dalam tubuh manusia agar berjalan lancar. Tertutupnya klep ini bukan merupakan kelainan susunan saraf pusat atau saraf tepi, namun merupakan respon dari keduanya yang terganggu.

Oleh karena saraf tepi berukuran panjang dan berhubungan dengan organ-organ di dalam tubuh, maka terkadang aktivitasnya terganggu oleh penyakit yang serius. Sehingga, cegukan dapat pula menjadi gejala adaya radang di perut, penyakit di ginjal, masalah hati atau tumbuhnya tumor di leher yang mengganggu saraf, yang kemudian mengirim respon sehingga muncullah cegukan.

Berbagai Penyebab

Menurut analisa medis, terjadinya cegukan melibatkan refleks pada saraf frenikus dan sarafvagus yang ada di daerah diafragma (otot pernapasan utama yang terletak antara dada dan perut).

Penyebab cegukan yang bersifat sementara biasanya adalah, makan terlalu cepat, minum minuman berkarbonasi, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, banyak menelan udara, kelebihan minuman beralkohol, atau karena ketidakseimbangan elektrolit dalam darah, merokok, stress.

Iritasi pada saraf vagus dan frenikus merupakan penyebab tersering. Benda asing yang ada di daerah telinga pun ternyata juga dapat menjadi pencetus, karena ada salah satu cabang saraf vagus di daerah tersebut. Kelainan pada tenggorokan seperti peradangan dan tumor di daerah leher juga dapat menstimulasi serabut saraf yang ada di daerah tersebut, yang juga merupakan cabang saraf vagus.

Cegukan dapat pula disebabkan karena tekanan saraf frenik oleh struktur anatomi yang lain, atau karena tumor dan penyakit ginjal lainnya, meski hal ini jarang terjadi. American Cancer Society melaporkan bahwa 30% pasien kemoterapi menderita cegukan sebagai efek samping perlakuan.

Berbagai kelainan diafragma juga bisa mendasari timbulnya cegukan, seperti misalnya hernia hiatus, reflux gastroesofagus, abses subfenikus, serta manipulasi diafragma selama pembedahan. Penyebab lainnya lagi yang juga mungkin adalah penyakit sistim saraf pusat yang mengganggu refleks cegukan, bisa berupa infeksi, tumor maupun kelainan pembuluh darah. Kondisi uremia (meningkatnya kadar ureum dalam darah) yang dialami pasien gagal ginjal juga dapat jadi penyebab. Selain itu faktor psikogenik pun perlu dipertimbangkan.

Ada 2 jenis cegukan, yaitu :
  1. Cegukan yang bersifat ringan, yang hanya berlangsung selama 1 - 2 jam saja. Penyebab paling sering pada kategori ini karena adanya regangan pada lambung. Selain itu, juga karena perubahan cuaca mendadak (misalnya dari dingin ke panas atau sebaliknya),makan tergesa-gesa, makan makanan yang terlalu panas atau dingin, meminum minuman beralkohol atau berkarbonasi, merokok terlalu banyak, atau mengalami stres.
  2. Cegukan yang bersifat tetap/permanen (persistance). Cegukan jenis ini biasanya terjadi terus-menerus, tak hanya berhari-hari tapi bisa berbulan-bulan. Cegukan jenis ini merupakan gejala adanya gangguan di otak (misalnya gejala tumor di batang otak), gejala stroke (pada penderita stroke sering timbul cegukan), infeksi di susunan saraf pusat (otak), adanya herpes di dada sehingga mengganggu saraf tepi, selain itu juga karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes, atau penderita kelainan ginjal karena uremia. Juga karena gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan seperti steroid atau obat tidur.

Tips Menghentikan Cegukan :
  • Kadar karbon dioksida yang tinggi dalam darah akan menekan aktivitas saraf di
  • otak yang bertanggungjawab atas terjadinya cegukan.
  • Caranya, adalah dengan bernapas dalam sebuah kantong kertas. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sampai wajah memerah. Lakukan dengan cepat, dan usahakan kantong kertas tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalamnya…jadi udara yang dihirup adalah udara yang banyak mengandung karbondioksida.
  • Tehnik lain meningkatkan kadar karbondioksida adalah dengan menahan napas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasakan akan datang. Lakukan sebanyak 2-3 kali kemudian tarik napas dalam dan mulai lagi.
  • Ada pula yang menyarankan menahan napas selama mungkin kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin. Atau dengan menahan napas dengan kepala tengadah.
  • Menelan satu sendok teh gula pasir kering dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diduga, gula dalam mulut akan mengirimkan sinyal melalui serabut saraf yang akan mengganggu lengkung refleks cegukan.
  • Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut. Lakukan beberapa saat hingga cegukan hilang.
  • Membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh ibu jari kaki selama 60 menit.
  • Bisa juga minum air dingin sedikit demi sedikit dan mengeluarkannya dari sisi gelas yang salah. Semua itu dimaksudkan untuk mempengaruhi sistem saraf, sehingga menghentikan ritme cegukan.
  • Peganglah lidah dengan jempol dan jari telunjuk Anda dan tariklah ke depan secara perlahan.

Bila cegukan tak hilang juga dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan obat-obatan sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan diantaranya adalah chlorpromazin, metoclopramid, baclofen, antikonvulsan (fenitoin, asam valproat, carbamazepin) juga obat lain seperti quinidine, amitriptilin dan marijuana.

Bila dengan obat-obatan cegukan tetap bertahan juga, dapat pula dicoba terapi hipnotis dan akupuntur. Lebih jauh lagi…anestesi dengan ventilasi tekanan positif dan pelumpuh otot dilaporkan dapat menghentikan cegukan. Nah, akhirnya… sebagai senjata terakhir yang dapat dilakukan…… tindakan pembedahan menghancurkan atau memblok nervus frenikus juga telah dilakukan pada beberapa kasus cegukan yang tidak teratasi dengan berbagai cara.

Sumber
-----

Tips Menghentikan Cegukan
  1. Siapkan segelas air putih hangat.
  2. Ambil posisi berdirijangan duduk!
  3. Minumlah air tersebut sehingga rongga mulut Anda terisi oleh air tersebut. *Tapi ingat, jangan dulu ditelan airnya! Biarkan mulut Anda mengembung.
  4. (sambil menahan rongga mulut Anda yang terisi air/mengembung tadi) Secara perlahan, bungkukkanlah badan Anda ke bawah, ke arah lutut, sampai muka Anda seolah-olah mencium lutut.
  5. Setelah muka sampai ke lutut, tahanlah posisi bungkuk sekitar 10 s/d 15 detik-an. Lalu secara perlahan pula, angkatlah kembali badan Anda ke posisi berdiri seperti semula, sembari sedikit demi sedikit telanlah air di dalam rongga mulut Anda tadi.
  6. Nah, saat posisi badan Anda kembali tegak berdiri, pastikan air yang di dalam rongga mulut tadi sudah habis tertelan.

Silahkan dipraktekan sendiri... Selamat Mencoba ^_^

Sumber
-----

Cara mengatasi cegukan yaitu dengan mengatur nafas dan rileks. Tariklah nafas dalam-dalam kemudian keluarkan perlahan, ulangi sampai beberapa kali. Bisa juga dengan teknik bernafas dengan menghirup udara dari salah satu lubang hidung untuk kemudian dikelurkan dari lubang hidung yang satunya.

Tekniknya seperti ini, tutuplah lubang hidung sebelah kiri hirup udara dari lubang hidung sebelah kanan kemudian keluarkan udara dari lubang hidung sebelah kiri. Lalu lanjutkan dengan menghirup udara dari lubang hidung sebelah kiri dan keluarkan dari lubang hidung sebelah kanan. Lakukan teknik ini berulang-ulang.

Cara lain mengatasi cegukan yaitu dengan mencoba minum air tanpa bernafas. Ini dilakukan untuk menaikkan kadar karbondioksidadan menstimulasi saraf vagus.

Tetapi jika sudah melakukan beberapa teknik mengatasi cegukan seperti diatas dan cegukan tak kunjung sembuh, dianjurkan untuk mengkonsumsi obat-obatan yang bisa mengatasi cegukan yang tentunya harus dengan resep dokter.

Ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi cegukan, yaitu :
  • Bernafas dalam kantong kertas
  • Tiup dan hirup nafas sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sehingga wajah memerah. Lakukan dengan cepat dan usahakan kantong kertas tertutup rapat.
  • Tarik nafas dalam-dalam, lalu minum 10 teguk air/ menelan ludah saat tidak bernafas
  • Menahan nafas selama mungkin kemudian menarik nafas dan tahan selama mungkin
  • Membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh jari kaki selama beberapa menit.
  • Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut.

Hal diatas dilakukan untuk menambah karbondioksida dalam darah,  karena kadar kabondioksida yang tinggi akan menekan aktivitas syaraf otak yang bertanggung jawab atas terjadinya cegukan.

Sumber
-----

Resep Paling Manjur Mengatasi Cegukan

Cegukan, suatu hal yang sangat mengganggu, yang saya alami seharian ini, mulai selepas Imsyak, hingga ba’da Isya’ benar2 hampir membuat saya kehabisan kesabaran. Bagaimana tidak, sudah pas Puasa-puasa, eh lha kok malah cegukkan, kan pusing, minum ga boleh–ya iyalah, secara lagi puasa gitu– akirnya sayay cari alternatif lain, browsing2 di Google, Yahoo, Bing, dan sebagainya, belum berhasil juga, dan meninggal kan beberapa alternatif yang mengharuskan memakai air minum sebagai sarana/medianya. Okelah, saya putuskan untuk melakukannya selepas buka puasa.

Dan–Ngiiiiing!!! sirine berbunyi sebagai tanda buka puasa– Alhamdulilah buka puasa. Segera saya membatalkan puasa dan buru2 lari menuju netbook saya, klak-klik klak-klik cari2 bookmark hasil browsing tadi.

Dan akhirnya, dari sekian banyak artikel yang saya baca tentang cegukan–kali ini yang menggunakan air minum– saya temukan cara yang paling MANJUR dan MAK NYOSSSS!!! Sekali praktek langsung JREENGGG, Alhamdulillah cegukan hilang.

Dan ini dia cara unik yang telah menyingkirkan CEGUKAN saya seharian tadi. Silakan simak baik2, siapa tahu ANDA akan membutuhkan suatu saat. Ini saya dapat dari artikel di Kompasianer yang ditulis oleh Bapak Gustaaf Kusno.

Beginilah petunjuknya :
(freedictionary.com)
Ambil gelas air yang terisi kira-kira sepertiga sampai setengah gelas. Setelah itu minumlah air ini dari bibir gelas yang berlawanan arah. Untuk dapat melakukan cara ini Anda harus membungkukkan badan seperti terlihat pada gambar di atas. Dalam posisi ini maka diafragma akan tertekan dan akan merangsang syaraf vagus yang menjadi penyebab cegukan ini.

Nah, cara tersebut diatas adalah cara yang PALING MANJUR mengatasi CEGUKAN. Terimakasih Pak Gustaaf Kusno, atas tulisannya yang sangat membantu saya.

Sumber
-----

Cegukan Normal, Penyebab dan Tips Mengatasinya


Cegukan normal terjadi 4-60 kali/menit dengan interval yang teratur, dan berlangsung selama 10-30 menit. Namun apabila cegukan tidak berhenti dalam beberapa jam hingga berhari-hari, sangat disarankan untuk konsultasi dengan dokter, karena hal tersebut merupakan gejala penyakit yang serius.

Penyebab Terjadinya Cegukan

Penyebab terjadinya cegukan normal diantaranya adalah makan yang berlebihan (terlalu kenyang), minum minuman berkarbonasi, perubahan suhu lingkungan yang mendadak dan akibat faktor emosional seperti menangis dan histeria.

Sedangkan cegukan yang tidak normal yang berlangsung lama, terjadi karena pengaruh penyakit-penyakit tertentu seperti adanya gangguan pada sistem saraf pusat dan sistem metabolisme, dan pengaruh obat-obatan.

Tips Mengatasi Cegukan Normal

Tips ini sudah saya praktekkan setiap saya mengalami cegukan dan telah saya ajarkan kepada anak balita saya yang berumur 4 tahun (sedangkan bayi 2 tahun kebawah sebaiknya konsultasi dengan dokter anak), biasanya berhenti dalam beberapa menit, yaitu dengan cara menarik nafas dalam-dalam secara perlahan hingga rongga dada terasa penuh, menahannya beberapa detik (5-10 detik), kemudian melepaskannya melalui mulut secara perlahan-lahan, dilakukan beberapa kali hingga efek cegukan berhenti.

Sedangkan tips lain adalah dengan cara bernafas di dalam kantong kertas beberapa menit, berkumur-kumur dengan air es, menyesap air dingin dan menelan satu sendok gula pasir.

Sumber
-----

Dilansir Livestrong, Rabu (12/1/2011), berikut beberapa makanan yang bisa membantu menghentikan cegukan: Sumber
  • Gula - Menelan 1 sendok teh gula pasir kering, dapat membantu untuk menyembuhkan cegukan. Hal ini bekerja karena menelan bubuk butiran gula yang lengket dapat mengubah irama pernapasan, sehingga dapat bekerja menghentikan cegukan. Cegukan juga dapat berhenti karena adanya sensasi manis yang dirasakan ujung saraf di mulut, terutama pada bagian belakang lidah yang peka terhadap rasa asam. 
  • Selai kacang - Satu sendok makan selai kacang juga bisa menyembuhkan cegukan. Alasannya sama, yaitu karena selai kacang yang begitu lengket sehingga bisa mengubah irama napas. 
  • Jeruk nipis - Mengunyah seiris lemon segar dapat mengganggu pola impuls saraf vagus, yang dapat menghentikan cegukan. Selain menguyah, variasi juga bisa dilakukan pada irisan jeruk nipis, seperti mengisap seiris asinan jeruk nipis atau memakannya. 
  • Air - Cukup minum segelas air dapat membantu menghentikan cegukan. Menelan air dapat mengganggu siklus cegukan dan menenangkan saraf. Berkumur dengan air juga dapat menyembuhkan cegukan. 
-----

Marllory Kievman
, anak perempuan 13 tahun menemukan obat cegukan yang bekerja secara efektif. Obat tersebut ditemukan setelah melakukan eksperimaen dengan air garam, jus acar dan obat tradisonal lainnya.

Obat penghilang cegukan itu diberi nama ‘Hiccupops’. Obat tersebut merupakan karya yang terdaftar sebagai bantuan mahasiswa MBA. Setelah penemuan tersebut, Marllory tengah mengajukan paten dan membentuk perusahaan untuk memproduksi, memasarkan dan mendistribusikannya. Demikian diwartakan Smart Planet, Rabu (9/5/2012).

Para siswa kelas delapan dari Talcott Mountain Academy di Connecticut telah memiliki pola pikir yang besar. Tahun lalu, Kievman dipilih untuk menampilkan idenya di ajang Connecticut Invention Convention. Dalam ajang tersebut Dia menyabet penghargaan untuk inovasinya tersebut.

Dalam ajang tahunan yang diselenggarakan untuk para penemu anak, Kievman bertemu dengan pendiri Startup Connecticut, Danny Briere. Bandan tersebut merupakan sebuah wadah pemerintah yang membantu para pengusaha untuh tumbuh. Sejak saat itu, Briere menjadi salah satu pendukung Kievman. Briere juga mengatur dan membantu Kievman untuk memasuki New York Stock Exchange.

The New York Stock Exchange (NYSE) merupakan bursa efek yang terletak di New York, Amerika Serikat. NYSE merupakan bursa dengan pertukaran saham terbesar dunia. Sekitar 2.800 perusahaan mencatatkan sahamnya di NYSE. Harga saham di NYSE mencapai USD15 triliun dalam kapitalisasi pasar global. Hingga Juli 2004, seluruh 30 perusahaan di Dow Jones Industrial Average dicatatkan juga di NYSE, kecuali Intel and Microsoft.

"Ini sangat jarang ditemukan saat Anda mengevaluasi bisnis. Anda dapat membayangkan suatu perusahaan atau produk menjadi populer 100 tahun dari sekarang. Hiccupops yang memecahkan kebutuhan yang sangat sederhana dan mendasar," kata Briere saat diwawancarai harian New York Times.

Sumber
-----

Poskan Komentar

Blogger