Ads (728x90)


Salah satu yang menjadi kebahagiaan bagi orang tua adalah memiliki anak yang menghafal Al-Quran. Dikarenakan betapa banyak keutamaan para penghafal Al Quran itu. Di antara hadits yang menyatakan tentang ini adalah hadis dari nabi Muhammad SAW berikut ini:
Disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Salam yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, bacalah dengan hatimu “Siapa yang membaca Al-Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Quran.”
Subhanallah, orang tua yang memiliki anak Hafizh Al-Quran akan mendapatkan jubah (kemuliaan) yang tidak didapatkan di dunia.
Namun terkadang kita bingung bagaimana cara mendidik anak agar menghafal Al-Quran. Insya Allah di dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips yang dapat kita pergunakan untuk mendidik anak menghafal Al-Quran.
  1. Jangan targetkan banyak hafalan , yang penting tajwidnya benar.
  2. Lebih baik hafalan yang sedikit namun sesuai kaidah tajwid daripada hafalan yang banyak namun jauh dari kaidah tajwid. Terlebih lagi yang perlu dipahami adalah Apa yang mereka baca dan hafal pada usia dini sangat melekat di dalam benak mereka. Nah bila saja hafalan yang melekat itu salah maka sangat sulit untuk di ubahi ketika besar..
  3. Selagi anak itu tahsin dan tajwidnya belum bagus, jangan disuruh menghafal sendiri. Tapi harus ditalqin. Nanti dengan sering mendengar yang benar, lidah anak akan mengcopy secara otomatis. Agar kualitas tilawah dan dan hafalannya semakin mantap, bimbinglah tahsinnya secara intensif.
  4. Mulai hafalan Al Quran anak dari ayat yang mudah dihafal, bisa di mulai dari juz amma.
  5. Pergunakan waktu khusus untuk anak-anak menghafal dan juga waktu murajaah. Agar mereka selalu konsisten di dalam menghafal. Alangkah baiknya kita mencari waktu yang ketika itu anak sedang mod untuk menghafal Al-Quran.
  6. Alangkah baiknya kita memperdengarkan Murattal Al-Quran sesering mungkin. Ketika bangun tidur, mau tidur dan waktu-waktu senggang lainnya. Ini  sangat membantu mereka di dalam menghafal dan meniru suara qori. Alhamdulillah semua jenis Murattal sudah tersebar di mana-mana, ada yang bisa di download secara gratis seperti download.pusatalquran.com dan banyak situs lainnya, atau beli di toko buku dan kaset terdekat.

Catatan pengingat, menjadi penghafal Al-Quran dan mendidik buah hati menjadi penghafal Al-Quran butuh kesabaran besar. Maka selain berusaha, jangan lupa berdoa, agar kita dipermudah dalam setiap ibadah yang kita lakukan. Aamiin. Sumber
=====

Melatih Anak Agar Mudah Menghafal Al-Qur'an

Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Mengapa kita perlu mengajarkan Al-Qur’an dan mendorong anak-anak untuk menghafal Al-Qur’an?
  • untuk mendapatkan ridho Allah
  • untuk mendapatkan ketenangan hidup
  • karena Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi para penghafalnya
  • penghafal Al-Qur’an dapat memberikan syafaat bagi keluarganya
  • mendapatkan banyak kemuliaan dan pahala yang berlimpah
Prinsip-prinsip mengajarkan Al-Qur’an:
  1. Tidak boleh memaksa anak ( kecuali dengan alasan, misalkan watak anak ‘pemalas’ )
  2. Lakukan kegiatan dengan cara menyenangkan
  3. Dimulai dari ayat-ayat yang mudah difahami
  4. Keteladanan dan motivasi
Kunci keberhasilan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Qur’an:
  • Suasana senang dan membahagiakan akan membantu anak untuk mengingat hafalannya dalam waktu yang lama, dengan demikian anak akan berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan perasaan cinta dan keterikatan terhadap Al-Qur’an.
  • Berulang dan kontinyu
Cara memelihara dan mengembangkan memori anak:
  1. Ajari anak untuk fokus dan perhatian pada pendidiknya
  2. Faktor makanan adalah penentu untuk terpelihara kemampuan memori itu bekerja (zat-zat adiktif yang terdapat dalam makanan, perlahan tapi pasti akan merusak daya ingat anak-anak)
  3. Memberi penjelasan pada anak-anak atas nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan yang dihafalnya, maka memori akan bekerja lebih eksis
  4. Menghormati waktu bermain dan waktu istirahat anak
  5. Jauhkan unsur-unsur yang dapat mengancam psikologi anak-anak ; celaan dan tekanan
  6. Ciptakan motivasi-motivasi agar anak cenderung menyukai aktifitas menghafal
Waktu-waktu yang tepat untuk mengajarkan anak menghafal Al-Qur’an:
  • Tidak mengantuk
  • Tidak letih / kelelahan
  • Tidak kekenyangan atau sebaliknya, tidak sedang kelaparan
  • Tidak dalam keadaan capek belajar
  • Tidak sedang bermain
  • Tidak dalam keadaan sakit / bad mood
Yang perlu diperhatikan tentang bakat anak dalam menghafal:
  • Kenali bakat anak-anak dan hargai minat mereka.
  • Fahami keterbatasan daya ingat anak karena tiap anak itu beda kemampuannya
  • Kenali anak-anak yang memiliki kesulitan dalam belajar dan berinteraksi
TEKNIS PENGAJARAN
1. Bayi ( 0-2 tahun )
  • Bacakan Al-Qur’an dari surat Al-Fatihah
  • Tiap hari 4 kali waktu ( pagi, siang, sore, malam )
  • Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
  • Setelah hari ke-5 ganti surat An-Nas dengan metode yang sama
  • Tiap 1 waktu surat yang lain-lain diulang 1x
2. Di atas 2 tahun
  • Metode sama dengan teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, misal dari 5 hari menjadi 7 hari.
  • Sering dengarkan murottal.
3. Di atas 4 tahun
  • Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
  • Ajari muroja’ah sendiri
  • Ajari mengahfal sendiri
  • Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
  • Waktu menghafal 3-4x per hari
CARA MENJAGA HAFALAN
  • Mengulang-ulang secara teratur
  • Mendengarkan murottal
  • Mentadabburi dan menghayati makna
  • Menjauhi maksiat
Sumber
=====

Telah kita ketahui betapa besar pahala mengajarkan Al-Quran, sebagaimana hadits berikut:
عن عثمان بن عفّان رضي الله عنه عنِ النبيِّ صلى الله عليه و سلّم قال : خيركم من تعلّم القرآن و علّمه
Dari ‘Utsman radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari no.5027)
Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia tentang usia berapa kita belajar dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Quran kepada anak juga termasuk kedalam cakupan hadits ini. Namun demikian, tidak semua wanita dapat mengajarkan Al Quran kepada anak (baik anak kandung atau selainnya) dengan baik.
Mengingat begitu besarnya keutamaan mengajarkan Al Quran, saya ingin berbagi tips kepada para pembaca sekalian yang saya ambil dari buku Kurikulum Pendidikan Anak Muslim yang ditulis oleh Syaikh Fuhaim Musthafa.
  • Sebelum pengajar mulai membacakan surat, ia harus mengingatkan anak agar memusatkan perhatiannya terhadap apa yang akan dibacakan. Yang demikian itu supaya hal-hal berikut dapat terwujud:
    - Anak menyimak bacaan pengajar sehingga bisa menirukan setiap harakat huruf, ketika berhenti saat waqaf pada tempat –tempat berhenti serta cara mengucapkan huruf per huruf secara benar.
    - Hati anak menjadi khusyu’, tenang, dan menghormati bacaan Al Quran saat mendengarkannya.Melatih anak membaca Al-Quran langsung dari mushaf. Di samping itu juga memperkenalkan kepadanya tanda-tanda waqaf dan istilah-istilah untuk memperbaiki bacaan pada setiap ayat seperti, mad, idgham, sukun, menebalkan huruf qalqalah, memperjelas makhraj (tempat keluarnya) setiap huruf, hamzah washal, hamzah qatha’ dan lain sebagainya.
  • Sebelum pengajar membacakan surat, ia memulai dengan pembicaraan ringan yang menjadikan anak semangat mempelajari surat tersebut dan memahami maknanya.
  • Memperdengarkan bacaan Al Quran pada pendengaran anak dengan bacaan yang khusyu’ lebih dari satu kali.
  • Anak diminta membaca surat itu sepenggal –penggal secara bersama-sama lebih dari satu kali
  • Sementara itu sang pengajar membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak saat membaca Al Quran.
  • Pengajar menyuruh beberapa anak mengulangi surat yang sudah dibacakan secara bersamaan. Kemudian menyuruh beberapa anak yang lain dan seterusnya.
  • Setelah itu pengajar menyuruh anak satu per satu membaca Al Quran, pengajar menyuruh salah seorang anak untuk membaca Al Quran setelah ia memberi contoh bacaannya. Kemudian meminta anak lainnya melakukan hal serupa, dan seterusnya.
  • Pengajar hendaknya mendiskusikan makna surat kepada anak dengan memberikan pertanyaan ringan. Hingga pengajar benar-benar mengetahui bahwa seluruh anak sudah memahami makna surat dengan baik.
  • Pengajar Al-Quran harus menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran adalah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar.
  • Pengajar harus mempunyai target pada pertemuan itu anak harus mengulangi ayat-ayat yang diajarkan dengan membacanya berkali-kali.
  • Harus diperhatikan oleh pengajar yaitu membenarkan bacaan anak supaya jangan sampai salah sedikitpun. Karena yang sedikit itu akan dibawa sampai dewasa jika tidak dibetulkan.
  • Menjadi catatan untuk pengajar bahwa anak difahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana, sesuai tingkatan akalnya.
Dalam mengajar tentu saja pasti ada hambatan-hambatan, maka hendaklah selalu berdo’a kepada Allah supaya diberi kesabaran dan keteguhan niat. Karena terkadang dikarenakan hambatan-hambatan yang ada, seorang pengajar menjadi putus asa. Sumber
=====

Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ
“Sesungguhnya orang yang menghafalkan Al Qur’an adalah bagaikan unta yang diikat. Jika diikat, unta itu tidak akan lari. Dan apabila dibiarkan tanpa diikat, maka dia akan pergi.” (HR. Bukhari no. 5031 dan Muslim no. 789).
Dalam riwayat Muslim yang lain terdapat tambahan,
وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ
”Apabila orang yang menghafal Al Qur’an membacanya di waktu malam dan siang hari, dia akan mengingatnya. Namun jika dia tidak melakukan demikian, maka dia akan lupa.” (HR. Muslim no. 789)

Anak balita mempunyai pikiran yang jernih dan pemahaman yang masih fitrah, maka ajarkanlah mereka aqidah dan manhaj yang benar. Didik mereka dengan membiasakan mereka menghafal, terutama menghafal al qur'an. Berikut adalah sebuah tips yang disampaikan oleh Syeikh kita Abu Hudzaifah semoga Allah menjaganya mengajarkan kepada anak-anak didiknya secara tidak langsung, dan cara ini terbukti karena beginilah ulama-ulama salaf mendidik anak-anak mereka.

Ketika Syeikh mengajarkan anaknya dalam menghafal al-qur'an atau yang lain, setelah ana perhatikan ternyata masyaallah, cara yang sungguh menakjubkan dan murah tanpa biaya, akan tetapi hal ini membutuhkan peran dari ortua.

Tips Pertama: Cara Menghafal

Perumpamaan anak dalam menghafal itu bagaikan menulis di sebuah batu yang ketika sudah tertulis / terukir di sebuah batu maka sulitlah hilang dan lenyap, oleh karena itu suruh dan didk mereka dengan menghafal. Caranya sebagi ibu/bapak/kaka/tante/paman/saudara-saudara lainnya bacakan kepada anak dalam satu hari 1 ayat al qur'an dan suruh anak-anak untuk menglangnya. Teruskan sampai 20x kali baca dan anak menirukan, sebagai contoh: seorang ibu/bapak membaca surat An-nas ayat pertama "qul a'udu birabbinas" dan anak menirukan apa yang bapak dan ibu bacakan. Diusakan 20x atau 50x, semakin banyak pengulangan semakin lama pula hafalan merekat di otak. Dan setelah itu suruh anak membaca tanpa mendengarkan drai ibu / bapak dan suruh anak mengulang 5 kali. Dan begitu setiap hari sampai ketika kita orang tua mengetahui bahwa anak kita mampu menghafal lebih dari 1 ayat. Maka di tambah dengan 2 ayat, 3 ayat sampai 1/2 halaman 1 halamman dan seterusnya. Tapi bagusnya sedikit demi sedikit jangan terburu -buru. Waktu yang paling bagus dalam menghafal adalah di pagi hari.

Tips Kedua: Cara Murajaah / Mengulang Hafalan

Cara mura ja'ah setelah anak sudah hafal satu atau beberapa ayat yang di hafalkan adalah dengan  menyuruh anak-anak menyetorkan pada bapa/ibu atau tante /paman dan ini dilakukan setiap habis menghafal dan setiap sore, terus sampai seterusnya. Dan yang istiqamah setiap hari dan berikan hari  libur padanya 1 hari misal hari jum'at.

Tips Ketiga: Cara Murajaah Hafalan yang Banyak

Ketika anak hafal satu surat, maka dia harus murajaah/mengulang hafalan  yang baru di hafal dan satu surat yang telah di hafal. Bagaimana kalo 5 surat jangan paksa anak-anak untuk murajaah yang banyak kalo belum terbiasa. Usahakan murajaah hafalan yang baru dan 3 surat atau 2 surat sehari. Bagaimana kalo hafalan anak sudah 1 juz? disuahakan suruh anak murajaah hafalan yang baru dan 1/4 juz 1 hari. Bagaimana kalo hafalan anak 3 juz? Biasakan anak murajaah setiap hari 1 juz dan hafalan yang baru.

Seperti inilah Syeikh kita Abu Hudzaifah al-liby mengajarkan kepada anak-anaknya. Dan begitu juga para pengajar kita di markaz bani dobyan Yaman. Insyaallah sekiranya ini dilakukan rutin setiap hari anak-anak akan menyelesaikan hafalan al qur'an 30 juz.

Yang Istiqamah sedikit demi sedikit "bukankah gunung terdiri dari butiran batu yang kecil" sedikit-sedikit akan menjadi bukit. Sumber
=====

Menanamkan Kegemaran Menghafal Al-Qur’an pada Anak

Banyak sekali keutamaan menghafal Al Quran yang dijelaskan Allah dan Rasul-Nya, diantaranya:
1. Al Quran Akan Menjadi Penolong (syafa’at) Bagi Penghafalnya.
Dari Abi Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah olehmu Al Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).” (Riwayat Muslim)
2. Hifzhul Qur’an Akan Meninggikan Derajat Manusia Di Surga.
Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Quran, ‘Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Quran di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.”(Riwayat Abu Daud dan Turmudzi)
3. Para Penghafal Al Quran Bersama Para Malaikat Yang Mulia Dan Taat.
“Dan perumpamaan orang yang membaca Al Quran sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘alaih)
4. Bagi Para Penghafal Kehormatan Berupa Tajul Karamah (Mahkota Kemuliaan).
“Mereka akan dipanggil, ‘Dimana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?’ Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya.” (Riwayat at-Tabrani)
5. Penghafal Al Quran Adalah Orang Yang Paling Banyak Mendapatkan Pahala Dari Al Quran
Untuk sampai tingkat hafal terus-menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya, sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipat gandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (Riwayat at-Turmudzi)
6. Penghafal Al Quran Adalah Orang Yang Akan Mendapatkan Untung Dalam Perdagangannya dan Tidak Akan Merugi.
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Faathir: 29-30) [http://bloghidayah.wordpress.com/2011/06/11/keutamaan-menghafal-al-quran-ustadz-kholid-syamhudi-lc/]

Orang tua yang mengajarkan Al-Qur’an pun akan mendapatkan keutamaan yang besar, diantaranya:
1. “Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
2. Dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat
Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran.’” (Riwayat al-Hakim)
3. Mendapatkan amal jariyah berupa pengajaran ilmu:
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631). [http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3479-amal-jariyah-lewat-buku.html]
“Barangsiapa yang mengajak kepada suatu petunjuk, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Shahih Muslim, Kitab al-Ilm, Bab Man Sanna Sunnatan Hasanatan au Sayyiatan, 4/2060, no. 2674. (http://wahdah-banggai.blogspot.com/2011/04/bab-keutamaan-menunjukkan-kebaikan-dan.html)

Berikut ini sekelumit cara untuk menanamkan kegemaran menghafal Al-Qur’an kepada anak kita:
Sebenarnya ada banyak situs yang membahas tips akan hal ini, misalnya di: http://www.rumahbunda.com/education/melatih-anak-cepat-menghafal-al-quran/
Akan tetapi saya mau menambahkan kiat praktis lagi lah yang insyaAlloh berguna dan mungkin belum ada di situs manapun
1. Secara umum, jika kita ingin memfokuskan untuk menanamkan kegemaran menghafal Al-Qur’an tanpa teralih ke hal lain ya sebagai ortu, kita harus menyingkirkan sarana-sarana yang mengalihkan perhatian tersebut, seperti:
a. TV, alat ini sangat memegang peranan penting dalam memperburuk moral anak
b. Video game, tau sendiri lah kayak apa kalo anak sudah kecanduan main game
c. Banyak keluar rumah, apalagi kalo temen-temennya buruk , gak pernah ngaji, nonton TV atau ngegame. Jadi ya, ortu harus membatasi anak untuk bermain keluar rumah.
2. Untuk anak di atas 3 atau 4 tahun dimana anak sudah dapat diajak berpikir, mungkin kreativitas ortu untuk menanamkan kegemaran anak menghafal lebih mudah, misalnya:
a. Memberikan contoh pada anak, bahwa kita juga selalu menyisihkan waktu khusus untuk menghafal Al-Quran, misalnya setelah Shubuh, Maghrib, atau Isya (silahkan dipilih sendiri mana yang sempet). Kita juga memperlihatkan pada anak bahwa kita sering membaca Al-Qur’an, walaupun cuma berdasar hafalan. Tentu waktunya bisa kapan saja, kan gak harus bersuci dulu
b. Menjanjikan hadiah pada anak jika sudah hafal juz atau surat tertentu. Jadi ada targetnya, misalnya: nak, kalo kamu hafal Al-Mulk, Abi beliin mainan, apalagi kalo bisa hafal dalam 1 bulan, abi beliin 2 deh
c. Sering berbicara kepada anak dengan menyebut dalil-dalil dalam Al-Qur’an, kalo mampu tentunya, misalnya: Kita sedang di pasar bersama anak kita, kita nasihati jangan berbuat curang kalo kita jualan, biar nanti gak celaka, bacain deh surat Al-Muthoffifin, dst
d. Kalo anak kita bisa mendengar bacaan kita pas sholat malam, alangkah bagusnya untuk memurojaah hafalan kita pada saat tersebut, jadi kalo ada tempat, kita sholat malamnya di samping tempat tidurnya anak, gitu (masalah ini disesuaikan dengan manfaat dan mudhorot juga, tergantung keadaan kita masing-masing)
e. Jangan membuat trauma kepada anak tentang kegagalannya, misalnya kita memarahi secara berlebihan akan ketidakbisaan anak mencapai target hafalannya
f. Oh iya hampir lupa, pada saat si anak belum bisa baca Al-Qur’an, mengajari hafalan kepada anak jangan terlalu keras dalam membenarkan tajwid anak, yang penting bisa hafal saja dulu, makhroj huruf belakangan kita perbaiki sambil terus mengajarkan cara membaca Al-Qur’an yang benar. Dalam tahap ini tentu pengajaran hafalan hanya berdasar dikte dari ortu saja, belum membaca sendiri. Baru setelah si anak bisa membaca Al-Quran, tentu kita suruh mereka menghafal dari apa yang mereka baca. Dalam tahap ini, optimalisasi target hafalan dan pemberian hadiah bisa diterapkan.
f. dll, insyaAlloh masing banyak cara lain yang bisa kita gunakan kepada anak yang sudah bisa berpikir.
3. Untuk anak kurang dari tahun, ini yang penting untuk kita bahas. Bisa ditempuh cara-cara berikut ini. Sebagai ortu, kita harus sering memperdengarkan bacaan Al-Quran kepada anak dengan cara yang beragam yang disukai anak, misal: membuat video murottal yang berisi macem-macem hewan yang audionya adalah pembacaan murottal dari Qori’ internasional, misalnya: M. Thoha Al-Junayd, Sudays, Syuraim, Misyari Rasyid, dll. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Download video hewan dari internet
b. Diedit: dihilangkan suaranya, diringkas (setiap satu shot/satu gerakan hewan tertentu kira-kira 5 detik aja, jangan lama-lama, agar tidak membosankan)
c. Gabungkanlah video-video tersebut dengan file audio murottal, bisa ditambahkan judul surat di halaman muka, dengan software gratis, misalnya movie maker. Bisa membutuhkan puluhan file video lho untuk satu surat yang agak panjang di juz 29.
d. Jangan monoton menggunakan satu qori, agar tidak membosankan. Misal, untuk Juz 29 kita gunakan M. Thoha, untuk Juz 28 kita gunakan Misyari Rasyid, untuk Juz 30 kita gunakan Sudays-Syuraim, dst.
Pekerjaan ini memang melelahkan sih, tapi insyaAlloh anak kecil suka lho. Bisa jadi mereka menghabiskan waktu lama di depan komputer untuk melihat video hewan sekaligus mendengarkan murottal, dan kalo videonya banyak, maka bosannya pun akan lama.

Perhatian (tambahan penjelasan)
- jangan terlalu banyak membuat video, bisa dibatasi kita buat 3 juz aja, 28, 29, 30. Jadi, sebelum mereka bisa membaca Al-Quran, kita tanamkan bacaan ketiga juz ini dengan sering-sering memperdengarkannya. Kalo kita bikinnya banyak, malah jadi tidak fokus kan, kita mau menanamkan hafalan surat/juz yang mana dulu
- download lah file video dengan kualitas yang lumayan bagus, agar enak ditonton, minimal ya 480 p lah jangan yang dibawah itu, kalo kita mampu mendapatkan yang kualitas HD, tentu lebih bagus
- gak rugi kok insyaAlloh membuat video tersebut, apalagi kalo anak kita banyak, satu anak bosen, anak yang selanjutnya bisa nonton lagi, dst. tentu di rumah kita jadi sering diperdengarkan lantunan murottal.
Yang sangat penting juga, jangan lupa berdoa kepada Alloh agar memberikan hafalan Al-Quran kepada anak-anak kita.
Terakhir, tonton video-video di situs ini deh, insyaAlloh akan menambah semangat untuk mengajarkan hafalan pada anak kita: http://ummiummi.com/29-video-anak-penghafal-al-quran.

Tambahan lagi, untuk orang dewasa yang malas menghafal dan ingatannya lemah, baca ini deh:
Menghafal Al-Qur’an dengan Cara “Santai” (Cocok untuk Orang yang Malas dan Ingatannya Lemah)


Semoga bermanfaat. Semoga Sholawat dan Salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad berserta keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.
Wallohu A’lam bishshowab

Jakarta, 30 Dzulqo’idah 1433 H / 16 Oktober 2012
Al-faqir ilaa maghfiroti Robbiy, Abu Muhammad

Download dalam bentuk pdf artikel: TIPS MENANAMKAN KEGEMARAN MENGHAFAL AL-QUR’AN PADA ANAK
Sumber
=====

Poskan Komentar

Blogger