Ads (728x90)

Air.Mineral.jpg (1600×900)
Mitos Hidrasi di Bulan Puasa [Hak Milik Foto: Suara Global]

Tak terasa Ramadhan sudah memasuki bulannya. Setiap umat muslim dewasa pun berkewajiban untuk menjalankannya. Dari yang tadinya bisa makan tiga kali sehari, kali ini harus menyesuaikan menjadi dua kali. Bukan hanya itu, hal yang paling dirasa berat saat menjalankan puasa di hari pertama adalah waktu makan sahur yang dilakukan dini hari.

Kalau waktu berbuka mungkin masih bisa ditoleransi oleh tubuh karena masih sama dengan jam makan malam di hari biasa. Namun, makan sahur pada kisaran jam 2 hingga 3 pagi itulah yang mungkin butuh disesuaikan oleh tubuh. Belum lagi rasa kantuk yang mendera, karena memaksa tubuh untuk bangun di tengah proses tidur – delapan jam yang masih berjalan. Meski begitu, balik lagi ke kewajiban, apapun keluhannya, ibadah perlu dilakukan dengan lapang dada.

Sejalan dengan puasa di bulan Ramadhan, yang bisa dikatakan sudah menjadi tradisi di kalangan umat Islam, muncul beberapa anggapan yang berkembang. Mulai anggapan minum kopi saat berbuka bisa menyegarkan tubuh, hingga hanya minum air putih saat merasakan haus di malam hari selama Bulan Puasa. Sayangnya, anggapan ini belum diketahui secara jelas, apakah termasuk fakta atau hanya mitos belaka. Supaya puasa Ramadan tahun ini bisa berjalan lebih optimal, simak mitos dan fakta menarik yang berhubungan dengan hidrasi saat berpuasa dari AQUA berikut ini.

Minum.Air.001.jpg (1000×563)
Kebutuhan cairan tubuh tidak berubah saat puasa [Hak Milik Foto: LuRa’s Anime Blog]

Anggapan pertama, kebutuhan cairan tubuh lebih sedikit saat bulan puasa. Anggapan ini mengacu pada penjelasan cairan tubuh harus dipenuhi secara teratur dalam jumlah yang sesuai setiap jamnya. Oleh karena sedang berpuasa, kemudian sebagian orang berpikir pemenuhan cairan dalam tubuh menjadi lebih sedikit. Faktanya, meski sedang berpuasa kebutuhan cairan dalam tubuh tidak berkurang maupun bertambah sedikit. Secara kuantitas, porsi cairan yang diperlukan oleh tubuh sama dengan kebutuhan cairan di hari-hari biasa, yaitu sekitar 2 Liter untuk orang dewasa. Bedanya, selama Bulan Puasa, kebutuhan cairan ini hanya bisa dipenuhi saat jam berbuka, malam hari dan juga sahur.

Minum.Kopi.001.jpg (1280×720)
Konsumsi kafein saat berbuka puasa sebabkan Maag [Hak Milik Foto: Reddit]

Anggapan ke dua, ada yang meyebutkan minum kopi saat berbuka bisa menyegarkan tubuh. Faktanya, mengonsumsi kafein saat perut dalam keadaan kosong justru berpotensi menyebabkan maag. Akan lebih baik bila mengawali waktu berbuka dengan meminum segelas air putih. Manfaatnya, dapat membantu mengoptimalkan fungsi tubuh. Mulai melancarkan sistem pencernaan, memberikan energi serta melindungi jaringan tubuh yang sensitif seperti kulit, agar senantiasa sehat usai seharian berpuasa.

Minum.SoftDrink.001.jpg (640×360)
Minum minuman manis seperti softdrinks saat berbuka bisa meningkatkan kadar gula darah [Hak Milik Foto: Anime Diet]

Anggapan ke tiga, berbuka puasa paling enak di awali dengan minuman manis. Faktanya, tahukah Anda, bila minuman manis mengandung karbohidrat sederhana? Senyawa ini dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga bisa memicu rasa lapar. Hal inilah yang menyebabkan nafsu makan langsung melejit kala waktu berbuka tiba. Bila tidak cermat memilih asupan yang tepat dan sehat – termasuk mengabaikan komposisi asupan gula pada makanan maupun minuman manis di malam hari, maka bisa menyebabkan kenaikan berat badan setelah bulan puasa berakhir.

Minum.Air.Tak.Ketika.Haus.jpg (680×383)
Minum air putih tak harus menunggu haus dulu [Hak Milik Foto: Nerd Reactor]

Anggapan ke empat adalah menunggu haus dulu baru minum sebanyak-banyaknya. Faktanya, hal ini ternyata kurang tepat. Selama proses metabolisme berlangsung, air yang dikonsumsi dalam tubuh memerlukan waktu untuk berpindah dari lambung menuju otot-otot tubuh. Maka dari itu, baiknya tidak perlu menunggu haus untuk minum, agar kebutuhan cairan dalam tubuh dapat tercukupi dengan baik.

Lantas, bagaimana saat bulan puasa?

Memang, selama puasa berlangsung, tubuh tidak bisa menerima asupan air putih yang cukup setiap jamnya. Namun, aktivitas minum teratur yang biasa dilakukan sehari-hari, bisa diganti dengan komposisi minum air putih yang tepat, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari dan 2 gelas saat sahur. Penerapan pola minum air putih 2+4+2 selama bulan Ramadan ini dapat dilakukan dengan rincian sebagai berikut.


Minum.Air.2%2B4%2B2.gif (600×249)
Konsep minum air putih selama berpuasa dengan #AQUA242

2 Gelas Saat Berbuka
Tidak harus dua gelas sekaligus, karena akan membuat perut menjadi penuh dan selera makan saat berbuka mungkin menjadi berkurang. Agar tubuh bisa mendapatkan manfaat nutrisi baik dari makanan maupun air putihnya sendiri, awali waktu berbuka puasa dengan 1 gelas air putih. Barulah setelah menikmati hidangan berbuka, minum 1 gelas air putih lagi. Dengan begitu, pola minum ‘2 gelas saat berbuka’ dapat diaplikasikan.

4 Gelas Saat Malam
Jika menerapkan pola minum air putih 2 gelas saat berbuka terbilang mudah lantaran haus, lain ceritanya dengan penerapan 4 gelas saat malam. Selain faktor malas, tidak merasa haus, hadirnya beragam minuman manis menjadi penghambat teraplikasinya pola minum air putih yang satu ini. Belum lagi, hasrat untuk menyantap makanan maupun minuman manis begitu membeludak saat malam hari. Bila tidak diantisipasi dengan baik dapat mengganggu pemenuhan cairan dalam tubuh.
Untuk mengaplikasikan pola minum air putih ‘4 gelas saat malam’, bukan berarti sekali minum harus 4 gelas sekaligus. Bisa dibagi menjadi beberapa tahap di waktu malam hingga menjelang tidur. Misalnya, bila kegiatan makan utama disajikan saat malam hari usai salat Tarawih, minumlah 1 gelas air putih sebelum makan. Setelah menyantap hidangan, pungkasi dengan meminum air putih sebanyak 2 gelas. Menjelang tidur, 1 gelas air putih, minum sekali lagi. Pola ‘4 gelas saat malam’ pun bisa teraplikasikan dengan baik.

2 Gelas Saat Sahur
Agar pola minum air putih selama puasa sebanding dengan pola minum rutin 8 gelas per hari, maka sebisa mungkin perlu dimaksimalkan saat sahur. Bila sejak berbuka sampai menjelang tidur sudah meminum 6 gelas air putih, 2 gelas sisanya bisa diterapkan ketika sahur. Bisa dengan 1 gelas air putih sebelum makan dan 1 gelas lagi sesudahnya. Bisa juga dengan 2 gelas air putih sekaligus, usai menyantap hidangan sahur. Hal yang paling penting adalah pola minum air putih ‘2 gelas saat sahur’ ini tidak sampai lupa untuk diterapkan. Tujuannya, tentu saja agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi ringan selama berpuasa di bulan Ramadhan.

Minum.Air.Vitamin.Bergula.jpg (848×480)
Minuman bervitamin banyak mengandung gula tambahan [Hak Milik Foto: Tallon 4]

Anggapan terakhir yang muncul di masyarakat, yaitu minuman bervitamin dianggap lebih baik daripada air putih, terlebih saat berpuasa. Air kemasan yang mengandung vitamin atau fortified water ini kerap kali dikatakan bermanfaat, lantaran kandungan vitamin yang ditambahkan di dalamnya, seperti Vitamin C. Sayangnya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, waktu penyerapan vitamin tersebut dalam aliran darah ternyata sama saja dengan suplemen biasa. Sebaliknya, minuman bervitamin cenderung mengandung gula tambahan dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga kurang baik bila dikonsumsi berlebihan.

Tidak menyangka kan, bila anggapan yang begitu ramai diperbincangkan ternyata sebatas mitos belaka? Semestinya puasa Ramadhan dapat memberikan dampak yang baik bagi kesehatan tubuh, tetapi bila tidak memahami jumlah dan cara minum air putih yang benar, bisa jadi puasa Ramadhan justru menimbulkan beragam gangguan kesehatan. Walaupun belum ada penelitian tentang pengaturan konsumsi air minum selama ibadah puasa, secara umum AQUA menganjurkan untuk minum air putih 2 gelas saat berbuka, 1 gelas saat makan malam, 1-2 gelas setelah makan malam, 1 gelas menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur. Tujuannya hanya satu, yaitu agar kebutuhan air dalam tubuh tetap terpenuhi dengan cukup baik selama puasa berlangsung.

Jadi, bila sudah ada fakta yang mendukung ibadah puasa menjadi lebih lancar, kenapa masih saja menerapkan mitos? Yuk, cegah dehidrasi saat puasa dengan ‘cara sederhana’ dari AQUA. Selamat Berpuasa!

Sumber
=====

8 Waktu Terbaik untuk Minum

Minum air pada waktu yang tepat sangat penting. Bila Anda minum air sebelum mandi misalnya, hal ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan membantu saraf lebih tenang.

Demikian juga, penting untuk minum air segera setelah Anda bangun tidur untuk meningkatkan organ-organ internal dan membantu Anda merasa aktif dan sehat setiap hari. Sebaliknya, mandi saat Anda merasa emosi dapat menyebabkan stroke ringan atau bahkan serangan jantung.

Para ahli medis menyarankan, untuk tetap minum 8 gelas sehari. Bila memungkinankan minum setiap 2 jam sekali. Namun bila puasa, Anda bisa mengonsumsi air putih lebih banyak pada saat buka puasa dan sahur.

Selain itu, berikut ini ada beberapa tips untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk minum. Simak ulasannya, seperti dikutip Boldsky, Minggu (5/7/2015):

1. Hindari konsumsi air putih sebelum minum teh atau kopi
Kopi dan teh mengandung asam yang tinggi atau pH 5 dan 6. Hal ini meningkatkan keasaman dalam tubuh yang dapat menyebabkan radang perut dan kanker. Oleh karena itu, mengonsumsi air putih sebelum minum minuman ini akan menyebabkan asam lambung.

2. Minum sebelum mandi
Minum sebelum mandi dapat menurunkan tekanan darah. Tapi, hati-hati mengonsumsi air dingin sebelum mandi air panas. Perubahan suhu drastis akan menyebabkan pusing dan dampak kesehatan lain.

3. Minum air sebelum makan
Minum air sebelum makan akan membantu saluran pencernaan lebih baik. Usahakan minum 30 menit sebelum makan dan minum air satu jam setelah makan sehingga tubuh akan menyerap nutrisi.

4. Minum air satu jam sebelum tidur
Minum air sebelum tidur akan mengisi kehilangan cairan pada malam hari dan mencegah stroke dan serangan jantung.

5. Minum air saat perut kosong
Minum air saat perut kosong dapat membantu proses detoksifikasi tubuh.

6. Minum air setelah bangun tidur
Minum air setelah bangun tidur akan membantu mengaktifkan organ internal Anda dan membuang racun di tubuh sebelum sarapan.

7. Minum air setelah makan camilan
Minum setelah mengemil akan membantu makanan mudah dicerna dan juga mencegah tersedak.

8. Minum air sebelum dan sesudah olahraga
Terutama sebelum dan setelah latihan, minum akan membantu menjaga Anda tetap aktif.

Sumber
=====

Inilah Enam Tips Menjaga Tubuh Agar Terhindar Dari Dehidrasi Saat Sedang Berpuasa

Menjaga tubuh agar tidak dehidrasi saat berpuasa harus menjadi perhatian setiap kaum muslim seluruh dunia. Apalagi puasa tahun ini ramadhan di Indonesia jatuh bertepatan dengan musim kemarau, dimana cuaca panas lebih dominan.

Berpuasa di cuaca yang panas tentu tidak mudah, rasa haus lebih mudah menyerang. Belum lagi cairan tubuh banyak terkuras saat beraktivitas di saat puasa. Sehingga tubuh pun menjadi lebih mudah dehidrasi.

Berikut ini ada beberapa kiat yang dapat dilakukan agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Sehingga ibadah puasa yang dijalani pun menjadi lancar.

Tips Menjaga Kesehatan Agar Tubuh Terhindar Dari Dehidrasi Saat Sedang Berpuasa :

Minum Banyak Air Mineral

Air putih atau air mineral adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kurangi mengkonsumsi minuman bersoda karena minuman ini tinggi akan kandungan gula dan kalori.

Minuman jenis ini hanya akan membuat Anda kenyang namun tidak memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, mengkonsumsi minuman bersoda saat berbuka puasa tidak baik bagi kesehatan lambung Anda yang sudah seharian berpuasa.

Minum Delapan Gelas Sehari

Minum delapan gelas air dalam sehari harus tetap Anda lakukan walaupun di bulan Ramadan. Tapi tentu saja Anda tidak boleh langsung mengkonsumsi air delapan gelas sekaligus saat berbuka atau pun sahur.

Meminum air dalam jumlah yang banyak sekaligus akan membuat ginjal Anda bekerja ekstra dan ini tidak baik bagi kesehatan ginjal Anda. Anda harus bisa mengaturnya dengan baik, misalnya saja dua gelas saat berbuka, empat gelas saat malam hari, dan sisanya saat sahur.

Konsumsi Sayur dan Buah Yang Kaya Kandungan Air

Di bulan Ramadan ini Anda juga harus memperhatikan asupan makanan Anda. Jika Anda penggemar makanan yang pedas, sebaiknya di bulan puasa ini Anda mengurangi mengkonsumsi makanan yang pedas. Karena makanan yang pedas akan membuat Anda lebih cepat haus saat berpuasa dan tidak baik bagi kesehatan pencernaan Anda.

Jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang pedas dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti sakit perut, diare dan lain sebagainya. Selain itu, kurangi penggunaan garam pada masakan yang Anda buat.

Konsumsi garam berlebih justru akan membuat kebutuhan cairan tubuh Anda meningkat. Sebaiknya Anda lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah yang mengandung banyak air.

Misalnya saja seperti buah semangka yang kaya kandungan air serta serat. Lalu Anda juga bisa mengkonsumsi air kelapa yang tidak hanya kaya air, tapi dalam air kelapa juga terdapat kandungan karbohidrat dan elektrolit yang bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda selama berpuasa.


Jika Anda mencari hal yang baru dan menarik dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda maka infused water adalah jawaban yang tepat. Minuman herbal yang berasal dari potongan buah-buahan segar ini bisa menyegarkan Anda setelah berpuasa seharian.

Cara membuat infused water ini pun mudah, resepnya banyak tersedia di internet. Bahan-bahan untuk membuat infused water pun mudah diperoleh.

Menghindari Panas Matahari

Di musim kemarau ini sinar matahari begitu menyengat pada siang hari. Panasnya sinar matahari ini membuat tubuh kepanasan, kegerahan, dan cairan tubuh pun banyak yang terkuras.

Anda pun menjadi mudah merasa haus saat berpuasa. Oleh karenanya hindari panas matahari secara langsung. Anda bisa menggunakan pelindung seperti topi dan payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Kemudian Anda juga sebaiknya memilih pakaian yang bahannya nyaman digunakan saat cuaca panas.

Mengurangi Aktivitas Olahraga

Olahraga memang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk di bulan puasa sekalipun. Akan tetapi, Anda sebaiknya memilih aktivitas olahraga yang tidak terlalu berat dengan rentan waktu yang tidak terlalu lama.

Sumber

Posting Komentar

Blogger