Ads (728x90)




Jumlah penderita penyakit ginjal semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setiap bulannya sekitar 300 sampai 400 berobat untuk di Surabaya saja. Di Indonesia sendiri, ada 340 ribu penderita gagal ginjal kronis, yang pada akhirnya meninggal.
Lalu, bagaimana kiat menjaga kesehatan ginjal di usia muda? Ahli penyakit dalam RSU dr. Soetomo Surabaya, Prof. Dr. dr. Doddy Soebadi, SpBU, RSU dr. Soetomo Surabaya memberikan tips-tipsnya.

Bila seseorang terkena batu batu ginjal (kalsium oksalat), sebaiknya menghindari bayam, coklat, minuman cola, bir, kacang, strawberry, gandum, teh, dan kopi.

Makanan yang menyebabkan batu ginjal, juga asam urat, harus pula dihindari, seperti jeroan, kambing, emping mlinjo, dan seafood. “Bila terpaksa harus memakan makanan tersebut, harus diimbangi dengan minum air putih 2,5 sampai 3 liter per hari,” katanya saat berbincang-bincang kepada detiksurabaya.com, Kamis (12/6/2008).

Pencegahan penyakit ginjal, jelas Prof. Doddy, sebenarnya sangat mudah. Minum air putih tiga sampai lima liter per hari, olahraga rutin dua sampai tiga kali sehari. Minum susu sari kedelai, juga baik untuk pencegahan penyakit ginjal.

“Segera datang ke dokter urologi atau ginjal bila ada keluhan, nyeri pinggul, atau kencing terasa nyeri,” katanya.

Kedua, pemberian obat duaretika untuk memperlancar kencing. Sedangkan untuk penderita asam urat, bisa diminumi air soda. “Minum 3 sampai 3,5 liter air, jangan banyak makan daging. Roti gandum baik, demikian juga fiber sangat penting. Susu boleh diminum, tapi maksimun dua sampai tiga gelas. Suplemen juga boleh, tapi harus dengan saran dokter,” jelasnya.

Sumber : untukku.com
*****

Perbanyaklah Makan Sayur Untuk Menjaga Ginjal Tetap Sehat



Sayur-sayuran tidak hanya baik untuk diet dalam menjaga berat badan ideal dan melancarkan sistem pencernaan. Sebuah studi yang belum lama ini dilakukan mengungkapkan, bahwa pola makan dengan sayuran bisa membantu penderita penyakit ginjal.

Akumulasi toksin dari peningkatan phosporus di dalam tubuh, dapat merusak ginjal yang sehat. Phosporus merupakan suatu kimia yang sering dihubungkan dengan metabolisme kalsium. Terlalu banyak phosphorus dapat menyerap kalsium dari tulang dan menyebabkan osteoporosis atau retak tulang.

Karena itu, penderita gagal ginjal harus membatasi asupan phosporus mereka dengan menghindari makanan dengan kandungan phosporus tinggi, seperti susu, keju, kacang-kacangan dan minuman bersoda.

Makanan atau minuman dengan kandungan mineral tinggi harus dihindari, karena bisa menyebabkan penyakit jantung dan berakibat pada kematian.

Banyak ahli yang merekomendasikan diet rendah phosphorus untuk pasien dengan penyakit ginjal kronis. Salah satu diet yang dianjurkan adalah dengan memperbanyak mengonsumsi sayuran.

Dikutip dari times of india, Sharon Moe dari Indiana University School of Medicine bersama timnya telah mempelajari efek dari diet sayuran dan daging terhadap peningkatan kadar phosphorus pada sembilan pasien dengan penyakit ginjal kronis.

Pasien diminta mengikuti diet sayur selama satu minggu, lalu diikuti dengan diet daging dua hingga empat minggu sesudahnya. Lalu, darah dan urine diperiksa setiap akhir minggu, setelah pasien melakukan diet sayur/daging.

Hasilnya, kadar phosphorus dalam darah lebih rendah dan pengeluaran phosphorus dalam urine berkurang saat mereka diet dengan sayuran, dibandingkan saat mereka mengikuti diet dengan daging.

Para peneliti akhirnya menyimpulkan, sumber protein dalam diet punya efek yang sangat signifikan pada pembentukan tingkat phosphorus pada pasien penderita gagal ginjal kronis.

Protein yang berasal dari nabati, di antaranya kedelai, biji-bijian atau kacang-kacangan. Untuk mereka dengan kondisi tubuh yang sehat, juga disarankan mengonsumsi cukup sayuran, agar ginjal tetap berfungsi dengan baik.

Sumber : vivanews.com

Posting Komentar

Blogger