Ads (728x90)

Jangan pernah merasa takut lagi untuk mengonsumsi bawang putih mentah-mentah, karena takut napas menjadi bau. Karena, bawang putih yang merupakan salah satu bumbu dapur paling populer ini, memiliki banyak khasiat, salah satunya ialah mencegah rematik pada perempuan.

Osteoarthritis merupakan sejenis penyakit rematik yang menyerang persendian terutama di darah lutut, panggul, dan tulang belakang. Resikonya meningkat seiring bertambahnya usia, meski banyak faktor lain yang mempengaruhi, seperti berat badan dan pola makan.

Nyeri sendi pada osteoarthritis terjadi karena ada kegagalan fungsi pada sistem kekebalan tubuh. Bukannya melawan kuman, sistem tersebut justru menyerang membran synival yang melumasi sendi, sehingga mudah mengalami radang.

Hingga kini, tak banyak terapi yang benar-benar ampuh dalam mengatasi osteoarthritis selain operasi penggantian sendi. Obat yang paling sering diberikan adalah pereda nyeri, kadang-kadang ditambah suplemen pemeliharaan tulang dan persendian.

Namun, untuk mencegahnya, banyak cara yang bisa dilakukan termasuk olahraga dan menerapkan gaya hidup sehat. Diet atau pengaturan pola makan juga cukup efektif mencegah osteoarthritis saat memasuki usia lanjut.

Salah satu jenis makanan yang disarankan adalah bawang putih, bumbu dapur yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Sebuah penelitian membuktikan, perempuan yang banyak mengonsumsi bawang putih, jarang terkena osteoarthritis.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para ahli dari King College dan University of East Angelia di Inggris baru-baru ini. Dengan didanai Arthritis Research Britain, penelitian itu melibatkan sekitar 1.000 perempuan yang belum pernah terkena osteoarthritis.

Pemeriksaan dengan sinar X menujukkan, perempuan yang banyak mengonsumsi bawang putih punya struktur tulang yang lebih baik. Pemilik tulang dan persendian yang sehat punya risiko lebih rendah untuk mengalami ostroarthritis di kemudian hari.

Peneliti juga mengungkap, kandungan senyawa Diallyl Disulfida dalam bawang putih, mampu mencegah kerusakan sendi. Dikutip dari Healthday, Selasa (21/12/2010), senyawa tersebut menghambat pelepasan enzim perusak kartilago atau tulang rawan yang membungkus persendian.

Sumber : health.detik.com

Posting Komentar

Blogger